BANDAR LAMPUNG — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) terus mengalir.
Memasuki hari kedua pascaerupsi, Persatuan Anak Ogan (PAO) Indonesia turun langsung ke jalan membagikan ribuan masker gratis kepada masyarakat di Kota Bandar Lampung.
Aksi sosial tersebut menyasar pengguna jalan di dua lokasi, yakni Jalan Soekarno-Hatta kawasan Bay Pass dan Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Tanjungkarang Timur.
Masker dibagikan langsung kepada para pengendara, terutama pengguna sepeda motor yang beraktivitas di luar ruangan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya membantu masyarakat melindungi saluran pernapasan dari paparan debu dan partikel udara yang berpotensi muncul setelah erupsi.
Ketua Umum PAO Indonesia, Nuryadin, S.H., mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kehadiran organisasi di tengah masyarakat yang membutuhkan perhatian setelah erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat. Hari ini memasuki hari kedua pascaerupsi Gunung Anak Krakatau, sehingga kami berinisiatif membagikan ribuan masker secara gratis kepada masyarakat, khususnya para pengendara,” ujar Nuryadin.
Menurut Nuryadin, masker menjadi salah satu perlengkapan sederhana yang dapat digunakan masyarakat ketika harus beraktivitas di luar rumah, terlebih jika kondisi udara terdampak debu atau partikel vulkanik.
“Masker yang kami bagikan mencapai ribuan. Mudah-mudahan bantuan sederhana ini bisa bermanfaat dan membantu masyarakat tetap menjaga kesehatan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PAO Indonesia, Jondri Haryadi, M.Pd.I., mengatakan pembagian masker sengaja dilakukan dengan menyasar langsung masyarakat yang tengah beraktivitas di jalan.
“Kami ingin hadir di tengah masyarakat dan memberikan sesuatu yang bisa langsung digunakan. Masker ini memang sederhana, tetapi dalam kondisi seperti sekarang sangat berarti untuk membantu menjaga kesehatan masyarakat,” ujar Jondri yang juga Kepala SMPN 17 Bandar Lampung.
Ia menegaskan, kepedulian terhadap masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui bantuan dalam jumlah besar. Menurutnya, langkah sederhana yang diberikan pada saat dibutuhkan juga dapat memberikan manfaat nyata.
Jondri mengatakan PAO Indonesia akan terus mendorong kegiatan sosial sebagai bagian dari kepedulian organisasi terhadap masyarakat, khususnya dalam situasi yang membutuhkan kebersamaan dan perhatian berbagai pihak.
“Melalui pembagian ribuan masker tersebut, PAO Indonesia berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan dan tetap waspada dalam beraktivitas di luar rumah pascaerupsi Gunung Anak Krakatau,” kata dia.
Aksi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perlindungan masyarakat pascaerupsi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas di lapangan.
Partisipasi organisasi masyarakat dan berbagai elemen sosial juga diperlukan untuk membantu warga menghadapi dampak erupsi.
Di tengah aktivitas warga yang tetap berjalan, penggunaan masker saat berada di luar ruangan menjadi salah satu bentuk kewaspadaan yang dapat dilakukan masyarakat sambil mengikuti informasi dan imbauan resmi dari pihak berwenang.(*)












