Tidak Sesuai Spek!!! Bunda Eva, Tengok-Tengok donk Pembangunan Perumahan Sakura Land

Kencana Media, Bandar Lampung – Musim penghujan, menyebabkan banjir disejumlah titik di Kota Bandar Lampung. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, intensitas hujan yang tinggi, menyebabkan kekhawatiran sejumlah warga Kelurahan Pinang Jaya terjadi.

Laporan Salah satu warga, Feri Ismansyah, bahwasannya ia telah menjadi salah satu korban kerugian dari pembangunan Perumahan Sakura Land Jalan Sepakat, Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung, Sabtu (06/01/2024) Pagi.

Tampak dalam beberapa foto dan video yang dikirimkan ke awak media, air hujan dengan deras bersama lumpur masuk melalui tembok samping yang berdampingan langsung antara rumah Feri dan Perumahan Sakura Land. Sementara bagian belakang rumah Feri juga terlihat rembesan air dari tembok Perumahan tersebut. Beberapa tembok pembatas terdapat celah-celah lubang yang kian membesar, bahkan tembok sampai hampir terangkat akibat terjangan air hujan.

Jalan perumahan menempel tembok tepat di atap rumah warga yang menjadi pemicu air hujan bersama lumpur masuk rumah warga. Harusnya pihak pengembang perumahan membuat celah antara tembok pembatas perumahan dan tembok rumah warga sebagai antisipasi datangnya hujan lebat.

Sejumlah warga sudah memprediksi ini akan terjadi, akan ada tekanan dari tanah yang menyebabkan tembok yang berbatasan dengan rumah warga jebol.

Benar, akibat kecerobohan pihak pengembang perumahan Sakura Land, beberapa warga dari Kelurahan Pinang Jaya terdampak imbasnya.

“Terlihat tembok berdiri rawan dan di khawatirkan menyebabkan jebol tanggul saat penghujan tiba,” ucap Feri.

Sebelumnya sudah dilakukan mediasi antara pengembang perumahan juga pemilik rumah yang menjadi korban, di saksikan oleh Lurah, beberapa Ketua RT, Bhabinkamtibmas, dan Warga Masyarakat sekitar, pada hari Rabu 8 November 2023 bertempat di Kantor Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling.

Diadakan rapat rembuk Perumahan Sakura sebab adanya laporan warga RT 01,02,03, Lk 3 dan RT 03 Lk 2.

“Sudah rembuk, pertemuan pertama di kantor Lurah tapi lambat responnya. Sudah dilakukan pertemuan antara korban dan pihak pengembang, namun hingga saat ini belum ada sama sekali gerakan dari pihak pengembang untuk menjalani semua hasil kesepakatan sehingga puncaknya kemarin hujan deras mengguyur Bandarlampung, dan terjadilah insiden kebanjiran. Bukan hanya itu, air yang deras disertai lumpur tanah bekas pematangan lahan ikut juga memenuhi rumah korban,” ujar warga.

“Gagalnya pembangunan berdampak pembangunan perumahan belakang rumah saya yang buat tembok pembatas dengan Jalan perumahan nempel ke tembok rumah saya sudah rata dengan bubungan atap rumah saya,” kata Feri.

“Saya harus lapor kemana ya Wak, mereka tanpa kompromi buat jalan perumahan diatas atap rumah saya. Mereka nggak ijin Lurah, RT, dan Pamong setempat. Saya mau laporkan biar pemborongnya dipanggil suruh merobah yang mereka buat, papar nya.

“Tuntutan saya minta dengan pihak pengembang agar jalan yang telah dibuat berbatasan dengan bubungan rumah saya agar dibongkar untuk tidak sejajar dan nempel ke tembok rumah saya sehingga ada jarak antara perumahan dengan tembok perbatasan rumah, ada space ruang kosong antisipasi tekanan pergerakan tanah bergeser,” tegas Feri.

Tertulis rapat Tanggal 8 November 2023 menghasilkan kesepakatan bahwa pihak pengembang Perumahan Sakura Land bersedia memprioritaskan semua keluhan warga dengan secepatnya sambil berjalanya pembangunan perumahan dengan rincian berikut:

Perbaikan Jalan, Sepakat (secepatnya);

Perbaikan Drainase di depan gerbang RT01 Lk III;

Talut tembok pembatas RT 01 Lk III dan Rt02 Lk III;

Sendimentasi embung 1000m2;

Masalah kebisingan (segera);

Talut di RT 03 Lk II di cor ulang sesuai spek;

Sumur tercemar RT 02, Lk II

Talut pembatas ada di Developer sampai penyerahan ke Pemkot dengan janji pembangunan dengan spek yang bagus.

“Jika kami menunggu sampai Developer serahkan Talut Pembatas ke Pemkot, ini kan Sudah masuk musim penghujan, Bunda,” ucap warga terdampak.

Lanjut warga, ” kami berharap ada tindakan dari pihak Pemkot terkhusus Bunda Eva untuk permasalahan kami ini. Hak kami sedang dipermainkan Bunda. Kami juga berhak hidup tenang ditempat tinggal kami sendiri.

Feri Ismansyah, perwakilan korban berharap Pemerintah akan hadir memberi rasa nyaman kepada warganya (Bunda Eva) karena Lurah Kemiling yang sudah mencoba memfasilitasi ternyata tidak dianggap oleh pihak pengembang perumahan Sakura Land.

Hadir sebagai saksi dalam rapat (08/11) :

Yuliana, S.IP. (Lurah Pinang Jaya), Aipda Kadek (Bhabinkamtibmas), Sertu Pungut (Babinsa), Rahmat (Ketua RT03, Lk II), Waljinah (Ketua RT 03 Lk III), Gunawan (Ketua RT 2 Lk III), Sanjaya (Ketua RT 01 Lk III), Sisman dan Sohibi (Ketua Lk III). Kemudian hadir perwakilan warga yang terdampak : Feri Imansyah, Ris Iansyah, Rian, M. Toha.