MESUJI — Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (Saburai) memperluas peran dalam mendukung pembangunan daerah melalui penguatan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Mesuji. Kolaborasi ini difokuskan pada pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama aparatur sipil negara (ASN).
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) oleh Rektor Universitas Saburai, Dr. Sodirin, S.E., M.M., dan Bupati Mesuji, Hj. Elfianah, S.E., M.IP., di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mesuji, Senin (26/10/2026). Penandatanganan itu disaksikan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) setempat.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mempertemukan kapasitas akademik perguruan tinggi dengan kebutuhan pemerintahan daerah, khususnya dalam menyiapkan aparatur yang profesional, kompeten, dan mampu menjawab tantangan pelayanan publik.
Rektor Universitas Saburai, Dr. Sodirin, menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM harus menjadi perhatian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menjalankan fungsi pendidikan di lingkungan akademik. Lebih dari itu, ilmu pengetahuan yang dikembangkan harus mampu memberikan kontribusi konkret bagi pemerintah dan masyarakat.
“Perguruan tinggi dan pemerintah daerah memiliki tanggung jawab yang saling melengkapi dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan bahwa ilmu pengetahuan tidak berhenti di ruang akademik, tetapi dapat diterapkan untuk meningkatkan kompetensi aparatur, memperkuat tata kelola pemerintahan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Sodirin.
Ia menjelaskan, implementasi Tridharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat perlu diarahkan agar selaras dengan kebutuhan serta prioritas pembangunan daerah.
Atas dasar itu, kolaborasi dengan Pemkab Mesuji diharapkan membuka peluang pengembangan program pendidikan dan peningkatan kompetensi ASN yang sesuai dengan kebutuhan organisasi pemerintahan.
Sodirin menilai pengalaman kerja aparatur perlu diimbangi dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan, termasuk kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman. Dengan demikian, ASN dapat menjalankan tugas secara lebih efektif sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Peningkatan kualitas ASN tidak cukup hanya dengan pengalaman kerja, tetapi juga perlu didukung oleh penguatan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman. Kami berharap kerja sama ini menjadi pintu bagi pengembangan SDM yang lebih terarah, sehingga aparatur semakin profesional dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Perkuat Jaringan Alumni di Mesuji
Selain penandatanganan MoU, kegiatan tersebut juga ditandai dengan pengangkatan Ardi Umum, M.M., sebagai Ketua Komisariat Alumni Universitas Saburai Kabupaten Mesuji.
Ardi yang menjabat sebagai Kepala Badan Pengembangan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (PKSDM) Kabupaten Mesuji itu merupakan alumni Magister Manajemen Universitas Saburai.
Pengangkatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring alumni sekaligus mendorong keterlibatan lulusan dalam mendukung pembangunan daerah.
Keberadaan komisariat alumni diharapkan dapat menjadi penghubung antara almamater, para lulusan, dan pemerintah daerah. Dengan jaringan yang semakin kuat, potensi serta kompetensi alumni dapat diarahkan untuk mendukung pengembangan SDM dan peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan.
Sebagai informasi, Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Saburai saat ini dijabat oleh dr. Jihan Nurlela, M.M., yang juga merupakan Wakil Gubernur Lampung.
Penguatan jaringan alumni tersebut melengkapi kerja sama kelembagaan yang dibangun Universitas Saburai bersama Pemkab Mesuji. Sinergi ini diharapkan tidak hanya memperluas hubungan antarlembaga, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang lebih konkret dalam pengembangan kapasitas aparatur dan pembangunan daerah.
MoU Harus Berujung Program Nyata
Sodirin menekankan, keberhasilan sebuah kerja sama tidak cukup diukur dari penandatanganan dokumen kesepakatan. Hal yang lebih penting adalah pelaksanaan program yang terarah, terukur, dan memberikan manfaat berkelanjutan.
Karena itu, Universitas Saburai berkomitmen mendorong agar kesepakatan dengan Pemkab Mesuji dapat ditindaklanjuti melalui kegiatan nyata yang menjawab kebutuhan pemerintah daerah.
“MoU ini merupakan awal dari komitmen bersama. Hal terpenting adalah bagaimana kesepakatan tersebut diterjemahkan menjadi program yang terukur, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata. Kami berharap Universitas Saburai dapat menjadi mitra strategis Pemkab Mesuji dalam menyiapkan SDM yang kompeten, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan pembangunan ke depan,” tuturnya.
Melalui kerja sama tersebut, Universitas Saburai berharap kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan daerah semakin optimal, terutama dalam mendukung peningkatan kompetensi ASN dan penguatan tata kelola pemerintahan.
Di sisi lain, pengembangan jaringan alumni di Kabupaten Mesuji diharapkan mampu mempererat hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan para lulusan.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun SDM yang unggul sekaligus mendorong terwujudnya pelayanan publik yang semakin profesional dan berkualitas di Kabupaten Mesuji.(*)












