Jangan Hanya Salahkan Siswa, Thomas Amirico Minta Guru Evaluasi Cara Mengajar

BANDAR LAMPUNG — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico, meminta tenaga pendidik mengevaluasi proses belajar mengajar sebelum menyimpulkan seorang siswa tidak layak naik kelas. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan peserta didik, tetapi juga oleh kualitas guru dalam menyampaikan materi pelajaran.

Pesan itu disampaikan Thomas saat memberikan arahan dalam evaluasi pembelajaran di lingkungan pendidikan Provinsi Lampung, Kamis (15/10/2026).

Thomas menilai, kesulitan siswa dalam memahami pelajaran semestinya menjadi bahan evaluasi bersama. Guru perlu melihat kembali metode pengajaran yang digunakan, termasuk memastikan pendekatan pembelajaran yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

“Selama gurunya bisa mengajar, kenapa mesti tidak naik kelas?” tegas Thomas.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bagi para guru agar tidak terburu-buru menjadikan capaian akademik siswa sebagai satu-satunya tolok ukur keberhasilan proses belajar mengajar.

Dalam praktiknya, kemampuan setiap anak dalam menyerap pelajaran berbeda-beda. Kondisi ini menuntut guru untuk lebih aktif mengenali kendala yang dihadapi siswa dan mencari cara agar materi dapat dipahami dengan baik.

Thomas pun meminta para pendidik memberikan perhatian lebih kepada siswa yang mengalami hambatan belajar. Pendampingan secara berkelanjutan dinilai penting agar peserta didik memiliki kesempatan memperbaiki hasil belajarnya.

Selain peran guru, kepala sekolah juga didorong memastikan proses pembelajaran berjalan efektif. Peningkatan kompetensi tenaga pendidik serta pembaruan metode pengajaran perlu menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas pendidikan.

Disdikbud Provinsi Lampung berharap evaluasi pembelajaran tidak hanya berujung pada penilaian hasil belajar, tetapi juga mendorong perbaikan cara mengajar di sekolah.

Dengan demikian, upaya menekan angka siswa tidak naik kelas dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas pembelajaran, tanpa mengesampingkan standar akademik yang berlaku.

Peningkatan mutu pendidikan, pada akhirnya, membutuhkan keterlibatan seluruh unsur sekolah. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga berperan membantu peserta didik mengembangkan kemampuan dan mencapai hasil belajar secara optimal. (*)

Penulis: WahyudiEditor: ****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *