BANDAR LAMPUNG — Warga Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dugaan aksi penipuan yang mengatasnamakan petugas Kecamatan Kedaton.
Modus tersebut diduga dilakukan melalui sambungan telepon WhatsApp dari nomor yang tidak dikenal. Pelaku menggunakan foto profil yang menampilkan sosok berseragam aparatur pemerintahan sehingga terkesan meyakinkan.
Seorang warga Sidodadi, Wahyudi, mengaku dirinya sempat dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai petugas Kecamatan Kedaton. Dalam komunikasi tersebut, orang itu meminta sejumlah data pribadi, termasuk Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).
“Saya dihubungi nomor yang tidak dikenal. Orang tersebut mengaku dari pihak Kecamatan Kedaton dan meminta data diri, seperti KTP dan KK,” kata Wahyudi, saat di konfirmasi, Jumat (4/9/2026).
Wahyudi mengaku curiga lantaran permintaan tersebut disampaikan melalui nomor pribadi yang tidak dikenalnya. Ia pun memilih berhati-hati dan tidak serta-merta memberikan data kependudukan.
“Saya merasa perlu berhati-hati karena data KTP dan KK merupakan data pribadi. Kalau memang dari kecamatan, seharusnya bisa dikonfirmasi terlebih dahulu melalui kantor atau saluran resmi,” ujarnya.
Wahyudi juga mengimbau warga Sidodadi dan masyarakat Bandar Lampung secara umum agar tidak panik, tetapi tetap waspada terhadap modus yang memanfaatkan nama dan atribut pemerintahan.
“Jangan langsung percaya. Kalau ada yang mengaku petugas dan meminta data pribadi, lebih baik dicek dulu kebenarannya. Jangan sampai data kita diberikan begitu saja dan kemudian disalahgunakan,” tegasnya.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengaku sebagai aparatur pemerintah hanya berdasarkan foto profil, atribut maupun identitas yang ditampilkan dalam aplikasi pesan.
Masyarakat diminta tidak mengirimkan foto KTP, KK, nomor rekening, kode OTP, PIN, maupun data pribadi lainnya kepada nomor yang belum terverifikasi.
Jika menerima komunikasi serupa, warga sebaiknya menghentikan komunikasi sementara dan melakukan konfirmasi langsung kepada kantor kecamatan, kelurahan, atau perangkat pemerintahan setempat melalui saluran resmi.
Camat Kedaton Heliansah, S.STP., membantah adanya petugas kecamatan yang menghubungi warga dengan modus meminta KTP dan KK tersebut.
Saat dikonfirmasi, Heliansah memastikan pihak yang menghubungi warga tersebut bukan petugas Kecamatan Kedaton.
“Gak ada orang kecamatan kayak gitu. Penipuan itu,” kata Heliansah.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan agar warga tidak mempercayai pihak yang mengatasnamakan Kecamatan Kedaton untuk meminta data pribadi melalui nomor yang tidak dikenal.(*)












