
JAKARTA – Relawan PRANTARA Indonesia (Prabowo Untuk Nusantara) resmi menempati Kantor Dewan Pengurus Pusat (DPP) yang berlokasi di Jalan Percetakan Negara XI Nomor 36, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (31/7/2026).
Peresmian itu menjadi titik awal konsolidasi nasional organisasi relawan tersebut untuk mengawal pelaksanaan program pemerintah sekaligus menjembatani aspirasi masyarakat di berbagai daerah.
Momentum peresmian tidak hanya menandai berdirinya kantor pusat, tetapi juga menjadi penegasan arah gerak PRANTARA Indonesia yang mengusung semangat kolaborasi, gotong royong, dan pengabdian dalam mendukung pembangunan nasional.
Acara dihadiri Ketua Umum PRANTARA Indonesia Ardho Adam Saputra, S.E., Wakil Ketua Harian, Sekretaris Jenderal, Bendahara Umum, jajaran pengurus pusat, tokoh masyarakat, warga sekitar, serta puluhan anak yatim dari Panti Asuhan Muslimah.
Peresmian kantor juga mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Deretan karangan bunga ucapan selamat memenuhi area kantor pusat, mulai dari Presiden RI Prabowo Subianto hingga sejumlah tokoh dan elite politik nasional.
Ketua Umum PRANTARA Indonesia, Ardho Adam Saputra, menegaskan organisasi yang dipimpinnya tidak ingin hanya menjadi relawan politik, tetapi berkembang sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal kebijakan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Hari ini bukan sekadar peresmian kantor. Ini adalah awal perjalanan besar PRANTARA Indonesia sebagai gerakan nasional. Kantor ini akan menjadi pusat konsolidasi, tempat lahirnya gagasan dan langkah nyata untuk memastikan program-program pemerintah berjalan efektif, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Ardho.
Menurut dia, PRANTARA Indonesia akan membangun komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat melalui kerja-kerja langsung di lapangan.
“Kami ingin menjadi jembatan antara pemerintah dan rakyat. Relawan PRANTARA akan turun ke berbagai daerah untuk mendengar aspirasi masyarakat, memantau pelaksanaan program pemerintah, lalu menyampaikan berbagai masukan sebagai bahan evaluasi. Keberhasilan pemerintah adalah keberhasilan seluruh rakyat Indonesia,” katanya.
Ardho menilai pembangunan nasional membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah.
“Pembangunan tidak cukup hanya dengan kebijakan yang baik. Dibutuhkan partisipasi publik untuk mengawal pelaksanaannya. Karena itu, PRANTARA hadir dengan semangat kolaborasi dan pengabdian agar setiap program pemerintah memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Usai peresmian, DPP PRANTARA Indonesia menggelar rapat kerja perdana untuk menetapkan arah kebijakan dan program strategis organisasi dalam beberapa tahun mendatang.
Salah satu program yang akan segera dijalankan adalah PRANTARA Adventure, sebuah perjalanan kebangsaan ke berbagai wilayah Indonesia.
“Program ini kami rancang untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, memperkuat silaturahmi dengan berbagai elemen bangsa, sekaligus melihat secara nyata pelaksanaan program-program pemerintah di daerah. Hasilnya akan menjadi rekomendasi konstruktif bagi pembangunan yang lebih baik,” kata Ardho
Selain agenda kebangsaan, PRANTARA Indonesia juga menegaskan komitmennya di bidang sosial melalui pemberian santunan kepada puluhan anak yatim dari Panti Asuhan Muslimah yang menjadi bagian dari rangkaian peresmian kantor pusat.
“Bagi Kami kepedulian sosial merupakan fondasi utama dalam membangun organisasi yang tidak hanya hadir sebagai penggerak, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Dengan diresmikannya kantor pusat di Jakarta, PRANTARA Indonesia menargetkan penguatan organisasi hingga ke daerah sebagai bagian dari upaya mengawal pembangunan nasional, mempererat persatuan, serta mendorong kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat demi terwujudnya Indonesia yang maju, sejahtera, dan berdaulat.(*)

