Kolaborasi H. Nuryadin dan H. Cahya Gandara, Pembangunan 72 Masjid Warnai Syiar Islam di Pangandaran

PANGANDARAN — Komitmen Al-Gandara bersama Gandara Group37 dalam mendukung syiar Islam di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, terus berlanjut.

Hingga saat ini, program pembangunan masjid tersebut telah mencapai 72 masjid di Kabupaten Pangandaran, sebagai wujud kepedulian terhadap kebutuhan sarana ibadah masyarakat.

Rangkaian peresmian masjid dilaksanakan secara bertahap. Pada Kamis (22 Oktober 2026), tiga masjid diresmikan, kemudian disusul dua masjid pada Jumat (23 Oktober 2026). Selanjutnya, dua masjid lainnya dijadwalkan diresmikan pada Senin (26 Oktober 2026).

Program ini tidak sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kehidupan keagamaan dan menyediakan tempat ibadah yang layak bagi masyarakat.

Owner Gandara Group37, H. Cahya Gandara, berharap masjid-masjid yang telah dibangun dapat dijaga dan dimakmurkan oleh masyarakat.

“Kami berharap masjid yang telah dibangun ini benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan umat. Jangan hanya berdiri megah, tetapi harus dihidupkan dengan salat berjamaah, kegiatan keagamaan, pendidikan Islam, serta pembinaan generasi muda,” ujar H. Cahya Gandara.

H. Nuryadin juga menyampaikan rasa syukur atas sambutan masyarakat terhadap pembangunan masjid tersebut.

“Alhamdulillah, masyarakat menyambut dengan sangat luar biasa. Semoga kebaikan ini menjadi pendorong untuk semakin meningkatkan syiar Islam di Pangandaran. Sekarang masyarakat memiliki bangunan masjid yang lebih representatif untuk beribadah,” ungkap H. Nuryadin.

*Masyarakat Sambut dengan Haru*

Bagi masyarakat setempat, pembangunan masjid menjadi kebahagiaan tersendiri, terutama bagi warga yang sebelumnya menghadapi keterbatasan fasilitas ibadah.

Tokoh Masyarakat Dusun Cibuluh 2, Ajengan Sopiudin, mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan yang memungkinkan masyarakat memiliki masjid yang lebih layak.

“Kami sangat bersyukur bisa memiliki masjid yang megah. Sebelumnya, masyarakat kebingungan untuk membangun masjid karena dana yang terkumpul sangat terbatas. Bantuan ini benar-benar menjadi kebahagiaan bagi kami,” tuturnya dengan haru.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua DKM Masjid Al-Gandara di Dusun Sindangkasih, Ahmad Wahidun. Ia berharap kebaikan para donatur mendapatkan balasan berlipat ganda dari Allah SWT.

“Kami atas nama DKM mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan yang telah diberikan. Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan para dermawan, melimpahkan keberkahan, serta melipatgandakan rezeki mereka,” ujarnya.

Ketua DPRD Apresiasi Kepedulian Swasta

Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, H. Asep Nurdin, turut mengapresiasi kontribusi Gandara Group37 dalam membantu pembangunan sarana ibadah.

Menurutnya, keterlibatan pihak swasta menjadi dukungan penting bagi masyarakat, terutama ketika kemampuan anggaran pemerintah daerah memiliki keterbatasan.

“Alhamdulillah, pembangunan masjid di Pangandaran dapat terus berjalan berkat dukungan Gandara Group37 dan para donatur. Ini merupakan bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi masyarakat,” kata Asep Nurdin.

Peresmian masjid sebelumnya turut dihadiri Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I., serta Sekretaris Jenderal KONI Pusat yang mewakili Ketua Umum KNPI Pusat, H. Ryano Panjaitan.

Kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan dukungan terhadap kegiatan sosial dan keagamaan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

*Pembangunan Masjid Diiringi Kegiatan Sosial*

Selain membangun sarana ibadah, Gandara Group37 juga menjalankan kegiatan sosial dengan menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat kurang mampu di sekitar masjid.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga sekaligus memperkuat semangat kepedulian dan gotong royong.

Dengan capaian 72 masjid di Kabupaten Pangandaran, program Al-Gandara diharapkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Rangkaian peresmian pada 22, 23, dan 26 Oktober 2026 menjadi bagian dari kesinambungan upaya tersebut.

H. Cahya Gandara berharap keberadaan masjid-masjid itu tidak hanya menjadi tempat salat, tetapi juga pusat pendidikan agama, pembinaan akhlak, dan pengembangan generasi muda.

“Semoga masjid-masjid ini menjadi pusat peradaban umat, melahirkan generasi yang berakhlak mulia, serta memperkuat persaudaraan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” pesannya.

Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan masjid tidak hanya diukur dari kemegahan bangunannya, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat serta kesungguhan umat dalam memakmurkannya.(*)

Penulis: AmEditor: ******

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *