BANDAR LAMPUNG — Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (Saburai) mewisuda 349 lulusan program sarjana dan pascasarjana dalam Sidang Senat Terbuka di Hotel Novotel Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026). Prosesi akademik itu menjadi penanda berakhirnya masa studi sekaligus awal pengabdian para lulusan kepada masyarakat.
Hadir dalam wisuda tersebut Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Kepala LLDIKTI Wilayah II Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc., anggota DPD RI Bustami Zainudin, serta perwakilan Forkopimda Provinsi Lampung.
Rektor Universitas Saburai, Dr. Sodirin, S.E., M.M., mengatakan wisuda bukan sekadar perayaan keberhasilan akademik. Menurut dia, kelulusan meneguhkan tanggung jawab moral dan intelektual para lulusan.
“Wisuda tidak semata-mata merupakan perayaan keberhasilan akademik, melainkan juga meneguhkan tanggung jawab moral dan intelektual para lulusan untuk menghadirkan ilmu pengetahuan, integritas, dan karya nyata bagi masyarakat,” ujar Sodirin.
Dalam laporannya, Sodirin menyampaikan sejumlah capaian universitas. Universitas Saburai meraih peringkat ketiga pelaporan PDDikti kategori perguruan tinggi berbentuk universitas dari LLDIKTI Wilayah II. Selain itu, ada dosen yang lolos tahap administrasi pada skema hibah riset dan inovasi untuk Indonesia Maju yang diselenggarakan BRIN bersama LPDP.
Dari sisi kerja sama, Pemerintah Kota Bandar Lampung mendukung penerimaan 85 mahasiswa baru penerima beasiswa melalui nota kesepahaman pada Program Studi Magister Hukum.
“Alhamdulillah, Ibu Wali Kota telah mempercayakan 85 ASN untuk kuliah di Universitas Saburai. Mudah-mudahan ke depan lebih banyak lagi dan itu akan diikuti oleh Pemerintah Provinsi Lampung,” kata Sodirin.
Komposisi Lulusan
Dari total 349 lulusan, rinciannya adalah Magister Hukum 65 orang, Magister Manajemen 43 orang, Ilmu Hukum 73 orang, Administrasi Publik 19 orang, Teknik Sipil 65 orang, Teknik Mesin 17 orang, Manajemen 59 orang, dan Akuntansi 8 orang.
Kepada para wisudawan, Sodirin berpesan agar menjaga nama baik almamater dan terus memberi manfaat.
“Jagalah nama baik almamater di manapun saudara berada dan apapun profesi yang saudara jalani. Tunjukkan bahwa lulusan Universitas Saburai adalah insan yang kompeten, beretika, dan dapat dipercaya,” pesannya.
Ia juga menekankan pentingnya ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Ilmu yang saudara miliki akan memiliki nilai yang lebih tinggi ketika digunakan untuk membantu orang lain dan menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, universitas terus mendorong peningkatan kualitas dosen. Sejumlah dosen tengah menempuh pendidikan doktoral, dan universitas menyiapkan tiga calon guru besar.
“Persiapan menuju guru besar, ada tiga calon guru besar. Harapan saya kepada Bapak Kepala LLDIKTI dapat mendampingi, memberi arahan, masukan, dan pembinaan kepada tiga dosen sehingga dalam tiga tahun ke depan Universitas Saburai memiliki tiga guru besar,” kata Sodirin.
Wisuda Bukan Akhir Perjuangan
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, yang juga Ketua Ikatan Alumni Universitas Saburai, menegaskan wisuda bukan akhir perjuangan hidup. Menurut dia, kelulusan menjadi bekal untuk berkarya dan berperan nyata dalam pembangunan.
“Wisuda hari ini adalah momen yang berharga. Namun perlu kita pahami bersama bahwa wisuda bukan akhir suatu perjuangan hidup, melainkan bekal untuk bapak ibu sekalian berkarya memberikan manfaat bagi masyarakat serta mengemban peran nyata dalam pembangunan bangsa dan daerah,” ujar Jihan.
Ia memaparkan Provinsi Lampung memiliki penduduk sekitar 9,5 juta jiwa dengan 68,13 persen merupakan usia produktif. Menurut dia, kondisi itu menjadi kekuatan sekaligus tantangan bersama.
“Ini adalah kekuatan besar yang juga sekaligus menjadi tantangan kita bersama. Karena itu, investasi terbesar yang harus kita lakukan bersama-sama adalah investasi sumber daya manusia,” jelasnya.
Terkait kebijakan pendidikan, Wagub Jihan menyebut Pemprov Lampung telah membebaskan uang komite untuk siswa SMA, SMK, dan SLB negeri melalui Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPD). Kebijakan ini berlaku mulai tahun ajaran 2025/2026 dan mencakup sekitar 203 ribu siswa di 352 sekolah negeri.
“Gubernur telah membebaskan uang komite di sekolah-sekolah SMA negeri dan SMK negeri. Gubernur juga telah memberikan program sekolah terbuka, mengoptimalkan program nasional seperti Sekolah Rakyat, dan program Satu Desa Satu Sarjana,” paparnya.
Untuk program Satu Desa Satu Sarjana, Wagub menyebut target awal 2027 dengan sasaran sekitar 2.600 desa di Lampung. “Kalau ada sekitar 2.600 desa di Lampung, berarti ada 2.600 anak yang akan kami berikan beasiswa setiap tahun,” ujarnya, mengutip pernyataan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.
Kepada para lulusan, Wagub berpesan agar tidak takut menghadapi tantangan setelah wisuda.
“Setiap orang punya jatah gagal, dan setiap orang punya jatah suksesnya pula. Jangan putus asa. Jangan pernah takut untuk mengambil peluang dan kesempatan. Kalau tidak dicoba, kita tidak pernah tahu,” pesannya.
Pesan LLDIKTI
Kepala LLDIKTI Wilayah II Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc., mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan keluarga. Ia berharap para lulusan terus mengukir prestasi dan memberi manfaat.
“Selamat atas kelulusan Anda, selamat atas keberhasilan Anda. Insya Allah kesuksesan hari ini merupakan perjalanan untuk menuju sukses berikutnya,” ujarnya.
Iskhaq juga mengingatkan para lulusan agar tidak terjebak “sindrom toga”, yakni perasaan menganggap diri lebih baik dari orang lain.
“Sindrom toga adalah perasaan yang menganggap bahwa dirinya sudah lebih baik dari orang lain. Jangan terjebak pada penyakit psikologis itu. Teruslah belajar dan memberi manfaat,” pesannya.
Sidang Senat Terbuka Universitas Saburai berlangsung khidmat. Prosesi itu tidak hanya menandai berakhirnya masa studi, tetapi juga awal pengabdian para lulusan kepada masyarakat, bangsa, dan negara. (*)










