Diduga Tawuran Libatkan Puluhan Pelajar di Bandar Lampung, Korban Dikeroyok dan Mobil Dirusak

BANDAR LAMPUNG — Keributan yang diduga melibatkan puluhan anak muda terjadi di kawasan Pahoman, Kecamatan Enggal, Bandar Lampung, pada Sabtu (12/9/2026) dini hari.

Peristiwa yang berlangsung di Jalan Way Sekampung, tepat di depan kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), itu berujung pada dugaan pengeroyokan terhadap seorang warga serta perusakan kendaraan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, keributan tersebut diduga melibatkan lebih dari 30 orang. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi juga menduga sebagian kelompok tersebut berada dalam kondisi mabuk.

Peristiwa bermula dari perselisihan yang melibatkan seorang warga bernama Rebi, warga Sukabumi, Bandar Lampung. Perselisihan tersebut kemudian berkembang menjadi perkelahian.

Dalam kejadian awal itu, Rebi disebut sempat dipukul menggunakan tongkat baseball oleh lawannya. Melihat situasi semakin tidak terkendali dan jumlah orang yang berdatangan semakin banyak, Rebi bersama rekannya kemudian berusaha meninggalkan lokasi menggunakan mobil untuk mencari pertolongan.

Namun, upaya menyelamatkan diri justru berujung pada kejadian yang lebih buruk.

Saat melintas di Jalan Way Sekampung, tepat di depan kantor OJK, mobil yang ditumpangi Rebi dan rekannya diduga dihadang sekelompok orang.

Salah seorang korban yang berada dalam rombongan tersebut menceritakan detik-detik ketika mereka berusaha melarikan diri.

“Awalnya kawan saya berantem. Teman saya ini berantem sama orang, kemudian dipukul pakai tongkat baseball. Setelah itu kami kabur ke daerah Pahoman untuk minta bantuan,” ujar korban.

Menurut dia, saat berada di sekitar lokasi, kaca mobil yang mereka gunakan tiba-tiba diduga dipecahkan. Dalam kondisi panik, pengemudi kemudian berusaha mempercepat laju kendaraan.

“Taunya kaca mobil saya dipecahin. Akhirnya saya panik dan saya kebut. Tapi ternyata ada yang menghadang. Mobil saya dihancurin,” katanya.

Situasi semakin mencekam ketika Rebi disebut ditarik keluar dari dalam kendaraan. Ia kemudian diduga menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah orang.

“Teman saya dikeroyok dan dipukuli banyak orang. Saya akhirnya kabur ke pos untuk meminta pertolongan,” ungkap korban.

Tak hanya mengalami kekerasan fisik, korban juga menyebut sejumlah barang milik Rebi diduga dirampas dalam kejadian tersebut.

“Handphone dan dompet juga dirampas oleh sejumlah anak muda,” ujarnya.

Korban menyebut di antara kelompok yang berada di lokasi terdapat sejumlah pelajar yang diduga berasal dari MAN 2 Bandar Lampung dan SMAN 16 Bandar Lampung. Namun, dugaan keterlibatan pelajar dari sekolah tertentu tersebut masih perlu dipastikan melalui penyelidikan kepolisian.

*Warga Tak Berani Melerai*

Kondisi di lokasi disebut cukup mencekam. Banyaknya jumlah orang yang terlibat membuat warga sekitar memilih tidak mengambil risiko untuk melerai.

Seorang warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian berupaya meminta bantuan dengan mendatangi Polresta Bandar Lampung.

Laporan tersebut mendapat respons cepat. Aparat kepolisian kemudian bergerak menuju lokasi untuk menindaklanjuti informasi mengenai keributan dan dugaan pengeroyokan tersebut.

Kanit Pamapta Aditia bersama jajaran anggota Polresta Bandar Lampung disebut mendatangi lokasi guna memastikan situasi dan melakukan penanganan awal.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka memar. Selain itu, kendaraan yang digunakan korban juga mengalami kerusakan setelah diduga menjadi sasaran amukan massa.

Peristiwa tersebut telah dilaporkan kepada Polresta Bandar Lampung dan saat ini telah ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

Hingga berita ini ditulis, seluruh dugaan tersebut masih dalam proses penanganan dan penyelidikan Polresta Bandar Lampung. Status serta keterlibatan masing-masing pihak sepenuhnya menunggu hasil pemeriksaan dan proses hukum kepolisian.(*)

Penulis: Wahyudi Editor: ******

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *