Pascabencana Anak Gunung Krakatau, PPPA Darul Quran dan SurviveFUP_GUP Bagikan 300 Masker ke Warga Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG — Respons terhadap dampak aktivitas vulkanik Anak Gunung Krakatau terus dilakukan berbagai elemen masyarakat. PPPA Darul Quran Lampung bersama SurviveFUP_GUP Lampung turun langsung membagikan lebih dari 300 masker kepada warga yang tetap beraktivitas di ruang terbuka di sejumlah titik Kota Bandar Lampung, Senin (7/9/2026).

Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan melalui program SIGAP (Santri Siaga Bencana), yang merupakan bagian dari program kesiapsiagaan bencana PPPA Darul Quran Lampung.

Masker yang dibagikan terdiri atas masker medis KN95 dan masker medis hijab. Bantuan tersebut menyasar masyarakat dengan aktivitas tinggi di luar ruangan, mulai dari pengemudi ojek online, pedagang pasar, pedagang kaki lima, tukang parkir hingga warga umum.

Distribusi dilakukan di enam lokasi, yakni Pasar Gintung, Pasar Bambu Kuning, Flyover Bumi Kedaton, Flyover Pahoman, Pasar Simpur dan Pasar Tugu.

Relawan dari tim SIGAP PPPA Darul Quran Lampung bersama SurviveFUP_GUP Lampung mendatangi langsung warga di tengah aktivitas mereka. Masker diberikan secara door to door di kawasan yang menjadi titik keramaian masyarakat.

Selain membagikan masker, relawan juga mengingatkan warga agar tidak mengabaikan perlindungan diri saat beraktivitas di luar rumah, terutama di tengah potensi penurunan kualitas udara akibat material vulkanik.

Penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi paparan debu dan partikel di udara, khususnya bagi warga yang memiliki mobilitas tinggi dan harus beraktivitas di ruang terbuka.

Aksi tersebut sekaligus menjadi bentuk kolaborasi masyarakat sipil dalam merespons kondisi pascabencana. PPPA Darul Quran Lampung dan SurviveFUP_GUP Lampung menilai penanganan situasi darurat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat.

Melalui program SIGAP, kepedulian terhadap masyarakat diharapkan tidak berhenti ketika bencana terjadi. Respons kemanusiaan juga diperlukan pada fase pascabencana untuk membantu masyarakat menjaga kesehatan, keselamatan, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana berikutnya.

Aksi pembagian masker itu pun menjadi pengingat bahwa perlindungan masyarakat dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti menggunakan masker dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan sekitar.(*)

Penulis: Wahyudi Editor: *****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *