Begawi Mancor Jaman Sunan Kemala Raja Hidupkan Kembali Tradisi Adat Lampung di Way Kanan

WAY KANAN — Tradisi adat Lampung kembali bergeliat di Kabupaten Way Kanan. Rangkaian Begawi Mancor Jaman yang digelar Ikroni Gelar Sunan Kemala Raja dari Marga Lebuh Kebelah Tiuh Buay Pemuka Pangeran Udik, Blambangan Umpu, berlangsung dengan antusiasme masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sidang adat penyimbang marga pada Senin malam. Forum tersebut diikuti unsur penyimbang dari lima kebuayan yang ada di Kabupaten Way Kanan sebagai bagian dari persiapan menuju tahapan utama Begawi Mancor Jaman.

Suasana adat semakin terasa dengan digelarnya Cangget Matah yang melibatkan para muli dan meranai atau bujang gadis dari Buay Pemuka Pangeran Udik, Blambangan Umpu.

Cangget Matah menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Begawi. Tradisi ini mempertemukan para bujang dan gadis sebelum memasuki tahapan Cangget Agung yang menjadi salah satu prosesi utama dalam adat muli meranai.

Tak sekadar diikuti para pelaku adat, rangkaian kegiatan tersebut juga menyedot perhatian masyarakat. Warga dari berbagai usia tampak hadir menyaksikan langsung prosesi adat yang kini semakin jarang ditemui.

Antusiasme itu terlihat dari kehadiran anak-anak muda hingga orang tua yang mengikuti jalannya kegiatan. Bagi sebagian warga, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk kembali mengenal tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Salah seorang pemuda, Ando, menilai Begawi Mancor Jaman memiliki nilai sejarah dan budaya yang penting, terutama bagi generasi muda Way Kanan.

“Proses adat istiadat yang diadakan dalam Begawi Mancor Jaman ini menjadi kenangan sekaligus sejarah bagi kami warga Way Kanan. Ini merupakan bagian dari budaya yang harus terus dilestarikan,” ujar Ando.

Menurut Ando, pelaksanaan Begawi tidak semestinya hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, rangkaian adat tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk memahami identitas budaya daerahnya.

Ia berharap pemerintah daerah turut memberikan perhatian terhadap tradisi adat yang mulai jarang dilaksanakan.

“Harapannya, pemerintah dapat ikut mendukung dan mengembangkan adat serta budaya yang sudah mulai jarang dilakukan. Generasi muda perlu diberi ruang untuk mengenal dan ikut melestarikannya,” katanya.

Rangkaian Begawi Mancor Jaman Sunan Kemala Raja selanjutnya akan berlanjut menuju tahapan utama prosesi adat.

Di tengah perubahan zaman, tingginya antusiasme warga menjadi sinyal bahwa tradisi adat masih memiliki ruang di tengah masyarakat Way Kanan. Momentum tersebut sekaligus menjadi upaya menghidupkan kembali warisan budaya Lampung agar tetap dikenal dan diteruskan generasi berikutnya.(*)

Penulis: Wahyudi Editor: *****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *