Lewat Green School, PGE Ulu Belu dan Pemprov Lampung Tingkatkan SDM Berbasis Industri dan Lingkungan

Foto: admin

Tanggamus – Komitmen Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, dalam meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya difokuskan di wilayah perkotaan.

Pemerataan mutu pendidikan hingga ke sekolah-sekolah di daerah menjadi salah satu prioritas yang terus didorong melalui penguatan kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia industri.

Komitmen tersebut mulai diimplementasikan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kacabdin) Wilayah II Provinsi Lampung, Rodi Hayani Samsun, melalui kunjungan kerja ke PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Ulu Belu, Kabupaten Tanggamus, Jumat (31/7/2026).

Kunjungan itu menjadi langkah awal membangun pola kemitraan yang lebih erat antara pemerintah, sekolah, dan industri dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya di sektor energi baru terbarukan.

Agenda diawali dengan pertemuan antara jajaran Kacabdin Wilayah II dan manajemen PGE Area Ulu Belu untuk membahas peluang kerja sama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah sekitar operasional perusahaan.

Pembahasan kemudian dilanjutkan di SMA Negeri 1 Ulu Belu yang diproyeksikan sebagai pilot project implementasi Program Green School.

Program tersebut dirancang sebagai model kolaborasi berkelanjutan antara sekolah dan industri dengan melibatkan guru, siswa, serta perusahaan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Tidak hanya menghadirkan dukungan di bidang pendidikan, Green School juga diarahkan untuk memperkenalkan dunia industri kepada peserta didik sejak dini agar memiliki pemahaman yang lebih utuh mengenai potensi daerah dan peluang karier yang tersedia.

Rodi mengatakan, kolaborasi yang tengah dibangun bersama PGE merupakan langkah strategis untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang mampu menjawab tantangan dunia kerja.

“PGE Ulu Belu telah menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Yang sedang kami bangun sekarang bukan lagi sekadar program CSR dalam bentuk bantuan, tetapi sebuah ekosistem pendidikan yang melibatkan sekolah, guru, siswa, dan dunia industri secara berkelanjutan,” ujar Rodi.

Menurut dia, salah satu program yang akan dijalankan ialah pemberian dukungan bagi siswa berprestasi di SMA Negeri 1 Ulu Belu.

Sekolah tersebut dipilih karena berada di kawasan operasional perusahaan sehingga manfaat keberadaan industri dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat sekitar.

Namun, Rodi menegaskan bahwa nilai utama kolaborasi tersebut bukan semata pada bantuan pendidikan. Yang lebih penting adalah membangun pemahaman generasi muda mengenai potensi energi panas bumi sekaligus membuka wawasan mereka terhadap peluang karier di sektor energi.

“Anak-anak perlu memahami potensi daerahnya sendiri. Selama ini mereka mungkin hanya mengetahui ada perusahaan panas bumi di Ulu Belu, tetapi belum memahami bagaimana prosesnya, manfaatnya bagi masyarakat, maupun peluang yang bisa mereka raih di masa depan. Pengetahuan seperti ini penting agar mereka memiliki gambaran yang lebih luas tentang dunia kerja,” katanya.

Sebagai bagian dari penguatan program, materi mengenai energi panas bumi dan aktivitas PGE akan diintegrasikan ke dalam pembelajaran muatan lokal.

Langkah tersebut diharapkan membuat peserta didik tidak hanya mengenal perusahaan yang beroperasi di daerahnya, tetapi juga memahami potensi energi baru terbarukan yang dimiliki Lampung beserta prospek pengembangannya.

Implementasi Green School juga akan diperkuat melalui Training of Trainers (ToT) bagi guru-guru SMA Negeri 1 Ulu Belu. Pelatihan yang difasilitasi PGE itu bertujuan membekali tenaga pendidik dengan pemahaman mengenai industri panas bumi sehingga materi dapat diajarkan secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran.

“Guru menjadi kunci keberhasilan program ini. Karena itu, mereka akan mengikuti ToT terlebih dahulu agar memiliki pemahaman yang utuh. Harapan kami, materi ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi bagian dari proses belajar mengajar di sekolah,” ujarnya.

Rodi berharap sinergi antara dunia pendidikan dan industri tersebut mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya siap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tetapi juga memiliki orientasi karier yang selaras dengan kebutuhan dunia industri.

“Harapan kami, lulusan SMA Negeri 1 Ulu Belu tidak hanya memiliki target melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tetapi juga sudah memiliki orientasi karier. Ketika mereka ingin bekerja di sektor energi, termasuk di PGE, mereka sudah mengetahui kompetensi apa yang harus dipersiapkan sejak memilih jurusan kuliah. Dengan begitu, akan lahir SDM lokal yang benar-benar siap bersaing,” tutur Rodi.(*)