
Bandar Lampung – Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (Saburai) resmi memberangkatkan 191 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026.
Ratusan mahasiswa tersebut akan diterjunkan ke sejumlah desa di Provinsi Lampung dan Provinsi Sumatera Barat guna menjalankan program pengabdian kepada masyarakat yang mengedepankan inovasi, pemberdayaan, serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pelepasan peserta KKN dipimpin langsung Rektor Universitas Saburai, Dr. Sodirin, S.E., M.M., di kampus Universitas Saburai, Rabu (15/7/2026).
Dalam sambutannya, Sodirin menegaskan bahwa KKN merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa di luar ruang kelas.
Menurutnya, pengabdian di tengah masyarakat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan akademik sekaligus membangun kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Mahasiswa harus mampu hadir sebagai bagian dari solusi. Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah harus dapat diterapkan untuk membantu masyarakat, sekaligus menjadi pengalaman berharga dalam membentuk karakter dan kepemimpinan,” kata Sodirin.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga nama baik almamater selama menjalankan KKN serta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa dan masyarakat.
“Jaga etika, disiplin, dan semangat kebersamaan. Tunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Saburai mampu memberikan kontribusi nyata melalui program-program yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ketua Tim Pelaksana KKN Tahun 2026 yang juga Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Novalia, S.Pd., M.Si., mengatakan KKN tahun ini mengusung tema ‘Penguatan Desa Berkelanjutan melalui Ecopreneurship dan Inovasi IPTEK untuk Mendukung dan Menyukseskan Asta Cita di Provinsi Lampung’.
Menurut Novalia, tema tersebut dipilih sebagai bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendorong pembangunan desa melalui penguatan ekonomi masyarakat, inovasi berbasis ilmu pengetahuan, serta pemberdayaan potensi lokal.
“Melalui KKN, mahasiswa tidak hanya dituntut mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga hadir sebagai agen perubahan yang mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat. Kami ingin pengabdian yang dilakukan mahasiswa benar-benar memberikan manfaat nyata sekaligus mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan,” kata Novalia.
Ia menjelaskan, dari total 191 mahasiswa peserta KKN, sebanyak 144 mahasiswa akan ditempatkan di delapan desa yang tersebar di tiga kabupaten di Provinsi Lampung.
Sementara itu, 47 mahasiswa lainnya akan melaksanakan KKN di Provinsi Sumatera Barat sebagai bagian dari pengembangan jejaring pengabdian masyarakat Universitas Saburai di luar daerah.
Seluruh peserta akan didampingi oleh 16 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang bertugas memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai dengan tujuan pengabdian, sekaligus memberikan pendampingan akademik selama kegiatan berlangsung.(*)

