WAY KANAN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Way Kanan terus mendorong pembinaan generasi muda melalui kegiatan kepalangmerahan. Salah satunya dengan menggelar pelatihan dasar bagi anggota Palang Merah Remaja (PMR) SMK Negeri 1 Pakuan Ratu, Sabtu hingga Minggu (7–8 November 2026).
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari di halaman SMK Negeri 1 Pakuan Ratu tersebut diikuti puluhan siswa. Para peserta mendapatkan pembekalan dasar kepalangmerahan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian terhadap sesama.
Kegiatan ini juga diarahkan untuk membentuk karakter anggota PMR agar memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, jiwa sosial, serta kesiapsiagaan dalam menjalankan misi kemanusiaan.
Kepala SMK Negeri 1 Pakuan Ratu, Deni Anggara, ST., bersama Pembina PMR Achmad Haryanto, S.Pd., mengatakan pelatihan dasar kepalangmerahan merupakan agenda rutin sekolah yang dilaksanakan setiap tahun.
Menurutnya, pembinaan PMR tidak sebatas kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi para siswa.
“Harapan kami, melalui pelatihan ini para anggota PMR semakin memahami dasar-dasar kepalangmerahan, memiliki rasa tanggung jawab, disiplin, serta tumbuh menjadi generasi muda yang peduli terhadap lingkungan dan sesama,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Markas PMI Kabupaten Way Kanan, Yoni Aliestiadi, menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Sebagai bentuk dukungan, PMI Way Kanan mengirimkan personel untuk memberikan materi sekaligus melatih para peserta.
Yoni mengatakan SMK Negeri 1 Pakuan Ratu termasuk sekolah yang aktif dalam kegiatan kepalangmerahan. Bahkan, sekolah tersebut kerap menunjukkan prestasi saat mengikuti berbagai perlombaan di luar Kabupaten Way Kanan.
“SMK Negeri 1 Pakuan Ratu merupakan salah satu sekolah yang aktif dalam kegiatan kepalangmerahan dan selalu menunjukkan prestasi ketika mengikuti perlombaan di luar Kabupaten Way Kanan,” kata Yoni.
Ia berharap pembinaan PMR dapat terus ditingkatkan dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Way Kanan untuk mengembangkan kegiatan kepalangmerahan.
Menurut Yoni, keterlibatan sekolah dalam pembinaan PMR memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga kepekaan sosial dan semangat pengabdian.
“PMR bukan hanya tentang belajar pertolongan pertama, tetapi juga membangun jiwa kemanusiaan. Kami berharap dari kegiatan ini lahir anggota PMR yang berkarakter, berprestasi, dan siap mengabdikan diri untuk membantu sesama,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, PMI Way Kanan berharap pembinaan kepalangmerahan semakin berkembang di lingkungan pendidikan. Dengan demikian, sekolah dapat menjadi salah satu tempat lahirnya kader-kader muda yang siap membawa nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.(*)












