Lima Tahun Berpura-pura Mencari, Dua Pria Diduga Simpan Rahasia Hilangnya Kakak Beradik

BANYUASIN — Misteri hilangnya dua kakak beradik, RN (18) dan AY (13), yang terjadi hampir lima tahun lalu mulai menemukan titik terang. Keduanya dilaporkan hilang setelah berangkat sekolah pada 27 Oktober 2021.

Harapan keluarga untuk menemukan keduanya dalam keadaan selamat perlahan pupus setelah polisi menemukan tulang-belulang manusia di sebuah rumah kosong di kawasan Talang Keramat, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Penemuan rangka manusia itu bermula dari kecurigaan seorang warga yang sedang mencari kayu. Warga tersebut awalnya menemukan rangka sepeda motor di dalam parit.

Saat memeriksa rumah kosong yang berada tidak jauh dari lokasi, warga itu justru menemukan sesuatu yang lebih mengejutkan, yakni rangka manusia.

Informasi tersebut kemudian dilaporkan kepada polisi. Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan sejumlah barang yang ditemukan di sekitar lokasi.

Barang-barang itu antara lain tas sekolah, buku, seragam, jilbab hingga sepatu. Polisi menduga barang-barang tersebut berkaitan dengan dua korban yang selama ini dinyatakan hilang.

Penyelidikan kemudian mengarah kepada dua pria berinisial RS alias Rendi dan AD alias Andika. Keduanya diamankan polisi tak sampai sehari setelah penemuan rangka manusia tersebut.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino mengatakan penyidik masih mendalami keterlibatan kedua tersangka dalam kasus tersebut.

“Keduanya terancam pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun,” kata Risnan, Selasa (8/9/2026).

Kasus tersebut semakin menyayat hati keluarga karena salah satu tersangka, Rendi, disebut merupakan mantan kekasih salah satu korban.

Ironisnya, selama bertahun-tahun keluarga korban menyebut Rendi ikut membantu mencari keberadaan kedua kakak beradik tersebut. Ia bahkan disebut sempat hadir dalam acara pengajian setelah RN dan AY dinyatakan hilang.

Sikap tersebut membuat keluarga semakin terpukul setelah polisi mengamankan Rendi sebagai salah satu tersangka yang diduga mengetahui peristiwa di balik hilangnya kedua korban.

Ibu korban, Helmi Nursidah, mengaku sejak awal telah menyimpan kecurigaan terhadap sejumlah hal yang terjadi selama proses pencarian anaknya.

Kini, penyidik masih mendalami peran masing-masing tersangka, termasuk motif di balik dugaan pembunuhan tersebut. Polisi juga menelusuri dugaan motif sakit hati dan dendam yang disebut berkaitan dengan perkara ini.

Setelah hampir lima tahun hidup dalam penantian dan ketidakpastian, keluarga RN dan AY akhirnya memperoleh titik terang mengenai nasib kedua anak mereka.

Namun, titik terang itu datang bersama kenyataan yang jauh lebih menyakitkan: orang yang selama ini berada dalam lingkaran pencarian justru diduga mengetahui rahasia di balik hilangnya kedua kakak beradik tersebut.

Penyidikan masih berlangsung. Polisi pun terus mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang terjadi sejak kedua korban meninggalkan rumah untuk berangkat sekolah pada Oktober 2021.(*)

Penulis: Wahyudi Editor: ****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *