BANDAR LAMPUNG – Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (Saburai) menggelar Yudisium Fakultas Hukum Tahun 2026 dengan meluluskan 48 mahasiswa, Sabtu (17/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Universitas Saburai, Dr. Sodirin, S.E., M.M., mengingatkan para lulusan agar tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi juga menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab saat memasuki dunia profesional.
Sodirin menegaskan, gelar sarjana bukanlah akhir perjalanan pendidikan, melainkan awal bagi para lulusan untuk membuktikan kemampuan dan integritas di tengah masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi merupakan hasil perjuangan panjang yang melibatkan ketekunan mahasiswa, dukungan keluarga, serta bimbingan para dosen selama proses perkuliahan.
“Saya mengucapkan selamat kepada 48 mahasiswa Fakultas Hukum yang hari ini telah berhasil menyelesaikan pendidikannya,” ujar Sodirin dalam sambutannya.
Ia mengingatkan bahwa gelar Sarjana Hukum (S.H.) harus diiringi dengan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai hukum dan moralitas.
Sebab, seorang sarjana hukum tidak cukup hanya memahami peraturan, tetapi juga harus mampu menerapkan prinsip keadilan dan kejujuran dalam kehidupan sehari-hari.
“Sebagai sarjana hukum, jangan hanya pandai memahami aturan, tetapi juga harus bisa menjaga kejujuran, bersikap adil, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
*Integritas Menentukan Kepercayaan*
Rektor Saburai itu juga meminta para lulusan untuk terus mengembangkan kompetensi dan tidak berhenti belajar setelah meninggalkan bangku kuliah.
Menurut Sodirin, perjalanan menuju kesuksesan tidak selalu harus dimulai dengan jabatan tinggi atau posisi besar. Sebaliknya, keberhasilan dapat dibangun melalui langkah-langkah sederhana, konsistensi dalam bekerja, serta kemampuan menjaga kepercayaan.
Ia mendorong para lulusan agar menjalani setiap pilihan karier dengan sungguh-sungguh dan menjadikan pengalaman sebagai bagian dari proses pengembangan diri.
“Tidak harus langsung menjadi orang besar atau memiliki jabatan tinggi. Mulailah dari hal-hal kecil, lakukan pekerjaan dengan baik, dan jadilah orang yang bisa dipercaya,” katanya.
Sodirin menilai, gelar akademik dapat membuka peluang seseorang untuk mendapatkan pekerjaan. Namun, sikap dan integritas menjadi faktor penting yang menentukan apakah seseorang mampu mempertahankan kepercayaan dan memperoleh penghargaan di lingkungan profesional.
“Ingat, gelar sarjana mungkin bisa membawa kalian mendapatkan pekerjaan, tetapi sikap dan kejujuranlah yang akan membuat kalian dihargai,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan lulusan perguruan tinggi tidak semata-mata diukur dari gelar atau jabatan yang diraih, tetapi juga dari karakter dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
*Apresiasi untuk Dosen dan Orang Tua*
Dalam kesempatan tersebut, Sodirin menyampaikan apresiasi kepada Dekan Fakultas Hukum, jajaran dosen, dan tenaga kependidikan yang telah mendampingi mahasiswa hingga menyelesaikan pendidikan.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar tidak melupakan peran orang tua yang telah memberikan doa, dukungan, dan pengorbanan selama menempuh pendidikan tinggi.
“Untuk anak-anak kami, teruslah melangkah, raih cita-cita kalian, dan jangan lupakan almamater tercinta,” pesannya.
Sodirin berharap ilmu yang diperoleh para lulusan dapat menjadi bekal untuk membangun masa depan sekaligus memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.
“Semoga ilmu yang didapat menjadi bekal untuk masa depan dan membawa manfaat bagi banyak orang,” pungkasnya.
*Dekan Fakultas Hukum: Ilmu Hukum Harus Melindungi Masyarakat*
Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Universitas Saburai, Dr. Januri, S.Pd., S.H., M.H., menekankan bahwa integritas dan tanggung jawab moral merupakan fondasi penting bagi setiap lulusan yang akan berkecimpung di bidang hukum.
Ia mengingatkan para peserta yudisium bahwa ilmu hukum harus digunakan untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan, bukan menjadi alat untuk merugikan orang lain.
“Jadikan ilmu hukum yang telah Saudara pelajari sebagai alat untuk melindungi masyarakat, bukan untuk menindas masyarakat,” ujar Januri.
Menurutnya, dunia hukum membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kecakapan intelektual, tetapi juga berpegang teguh pada moralitas dalam menjalankan profesi.
Para lulusan diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama kuliah secara profesional, baik ketika berkiprah sebagai praktisi hukum maupun menekuni bidang pekerjaan lainnya.
Januri juga menitipkan tiga pesan kepada para lulusan, yakni menjaga integritas, mempertahankan nama baik almamater, serta senantiasa menghormati dan memuliakan orang tua.
Ia menegaskan bahwa keahlian hukum harus berjalan seiring dengan kejujuran dan tanggung jawab. Para lulusan juga diharapkan menunjukkan kualitas almamater melalui karya dan pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
*Mahasiswa Terbaik, Dosen Berprestasi, dan Tenaga Kependidikan Terbaik*
Dalam pelaksanaan yudisium tersebut, Salsabila Mareta Rizal, S.H., terpilih sebagai mahasiswa terbaik Fakultas Hukum Universitas Saburai.
Sementara itu, Masayu Robianti, S.H., M.H., mendapat penghargaan sebagai dosen berprestasi, sedangkan Angga Saputra, S.H., M.H., terpilih sebagai tenaga kependidikan terbaik.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas pencapaian mahasiswa serta dedikasi dosen dan tenaga kependidikan dalam mendukung pelaksanaan pendidikan di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Saburai.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Yudisium Fakultas Hukum, Tian Terina, S.H., M.H., dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah peserta yudisium Fakultas Hukum Universitas Saburai Periode II Tahun 2026 sebanyak 48 mahasiswa.
Pada hari yang sama, Universitas Saburai juga menggelar Yudisium Periode II Program Pascasarjana Tahun 2026 dengan meluluskan 69 mahasiswa dari Program Magister Hukum (MH) dan Magister Manajemen (MM).
Dengan demikian, total peserta yudisium Fakultas Hukum dan Program Pascasarjana yang dilaporkan pada periode tersebut mencapai 117 mahasiswa.(*)












