Way Kanan — Musim kemarau yang berkepanjangan mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Way Kanan. Keterbatasan sumber air membuat sebagian warga harus menempuh jarak cukup jauh hanya untuk mendapatkan air bersih guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Melihat kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Way Kanan berkolaborasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Way Kanan, didukung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Way Kanan, turun langsung membantu masyarakat melalui kegiatan pendistribusian air bersih di Kelurahan Blambangan Umpu, Kecamatan Blambangan Umpu. Selasa (1/9)
Sebanyak 25.000 liter air bersih disalurkan kepada masyarakat di delapan titik yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Dalam pendistribusian tersebut, air diangkut menggunakan dua unit mobil tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter.
Kegiatan kemanusiaan tersebut menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap masyarakat yang terdampak kondisi kemarau. Selain disalurkan kepada warga, bantuan air bersih juga diberikan kepada salah satu pondok pesantren yang turut mengalami keterbatasan air.
Kepala Markas PMI Kabupaten Way Kanan, Yoni Aliestiadi, didampingi M. Fikri, mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian PMI terhadap masyarakat yang membutuhkan, sekaligus atas prakarsa Ketua PMI Way Kanan H. Raden Adipati Surya.
Menurut Yoni, PMI berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika terjadi kondisi yang membutuhkan penanganan dan kepedulian bersama.
“Kegiatan ini merupakan kolaborasi PMI dan Kejari Way Kanan yang didukung oleh BPBD. Kami berupaya membantu masyarakat yang saat ini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan,” ujar Yoni.
Ia menambahkan, bantuan air bersih sebanyak 25.000 liter tersebut didistribusikan ke sejumlah dusun di wilayah Kelurahan Blambangan Umpu.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa menyalurkan air bersih sebanyak 25.000 liter ke beberapa titik di Kelurahan Blambangan Umpu. Selain kepada masyarakat, kami juga menyalurkan bantuan air bersih ke pondok pesantren yang membutuhkan,” jelasnya.
Yoni berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti memasak, minum, mandi dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
“Semoga bantuan yang kami salurkan ini bisa sedikit membantu masyarakat yang sedang mengalami kekurangan air bersih. Mudah-mudahan kolaborasi seperti ini dapat terus dilakukan sehingga keberadaan PMI benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, salah seorang warga KM 7 Kelurahan Blambangan Umpu, Sunatri, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan air bersih tersebut.
Ia mengatakan, hampir satu bulan terakhir warga di wilayahnya mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga bahkan harus mengambil air dari tempat yang cukup jauh.
“Sudah hampir sebulan ini kami kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk kebutuhan minum dan memasak, kami harus mengambil air jauh ke tempat saudara yang memiliki sumur bor,” ungkap Sunatri.
Menurutnya, kehadiran bantuan air bersih tersebut sangat berarti bagi masyarakat. Ia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PMI, Kejari Way Kanan serta BPBD yang telah turun langsung membantu warga.
“Bantuan air bersih ini sangat membantu kami. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada PMI dan Kejari Way Kanan yang sudah peduli terhadap kebutuhan masyarakat. Di tengah kondisi kemarau seperti ini, air bersih sangat kami butuhkan,” katanya.
Bantuan tersebut disambut antusias warga. Selain meringankan kebutuhan air bersih untuk sementara waktu, kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam menghadapi dampak musim kemarau yang dirasakan masyarakat.(**)








