MCMI Lampung dan Tim Safari Dakwah Wakafkan 520 Al-Qur’an untuk Warga Binaan

BANDAR LAMPUNG — Kepedulian terhadap pembinaan keagamaan warga binaan pemasyarakatan terus mendapat perhatian. Masyarakat Cinta Masjid Indonesia (MCMI) Provinsi Lampung bersama Tim Safari Dakwah mewakafkan 520 eksemplar Al-Qur’an untuk dimanfaatkan warga binaan di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Provinsi Lampung.

Penyerahan wakaf tersebut berlangsung di Bandar Lampung, Senin (24/8/2026). Bantuan Al-Qur’an diterima oleh Kabag Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Provinsi Lampung, Mulyana.

Kegiatan ini menjadi bagian dari kepedulian MCMI Lampung dan Tim Safari Dakwah dalam mendukung pembinaan mental, moral, dan spiritual warga binaan selama menjalani masa pemasyarakatan.

Dari Tim Safari Dakwah hadir Dian. Sementara dari Pengurus Wilayah MCMI Provinsi Lampung hadir Ketua PW MCMI Lampung, Dr. Sodirin, S.E., M.M., yang juga Rektor Universitas Saburai Lampung. Ia didampingi Waka OKK MCMI Lampung, Drs. Azwar Dantes Arifka, M.M., serta Tim Pokad MCMI Lampung, Dino Purnomo.

Ketua PW MCMI Lampung, Dr. Sodirin, mengatakan wakaf Al-Qur’an tersebut tidak sekadar bantuan berupa kitab suci, tetapi diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan warga binaan.

“Kami berharap 520 Al-Qur’an ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para warga binaan. Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan,” ujar Sodirin.

Menurutnya, Al-Qur’an dapat menjadi sumber ketenangan sekaligus pijakan bagi warga binaan untuk melakukan perubahan selama menjalani masa pembinaan.

“Semoga Al-Qur’an menjadi sumber petunjuk, ketenangan, dan kekuatan bagi saudara-saudara kita yang sedang menjalani masa pembinaan,” katanya.

Sodirin menilai pembinaan warga binaan idealnya dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya melalui pendekatan hukum dan sosial, tetapi juga dengan memperkuat karakter serta nilai moral dan spiritual.

Ia menegaskan, masa pembinaan harus menjadi ruang bagi setiap warga binaan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

“Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Karena itu, kami ingin kehadiran MCMI dan Tim Safari Dakwah dapat memberikan semangat, motivasi, dan manfaat bagi warga binaan,” ujar dia.

Dakwah yang Menjangkau Warga Binaan

Sementara itu, Dian dari Tim Safari Dakwah mengatakan penyerahan wakaf Al-Qur’an merupakan bagian dari ikhtiar bersama menghadirkan dakwah yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani pembinaan di lembaga pemasyarakatan.

“Kami sangat bersyukur dapat ikut mengambil bagian dalam kegiatan wakaf Al-Qur’an ini. Semoga setiap Al-Qur’an yang dibaca, dipelajari, dan diamalkan oleh warga binaan menjadi amal jariyah bagi para wakif dan semua pihak yang terlibat,” kata Dian.

Menurut dia, nilai utama dari wakaf tersebut bukan hanya terletak pada jumlah Al-Qur’an yang diserahkan, melainkan pada manfaat yang terus mengalir ketika kitab suci itu digunakan untuk membaca, belajar, dan memperbaiki diri.

“Kami berharap Al-Qur’an yang kami serahkan hari ini tidak hanya menjadi sebuah simbol, tetapi benar-benar digunakan dan memberikan cahaya serta ketenangan bagi para warga binaan,” ujarnya.

Dian menambahkan, Tim Safari Dakwah terbuka untuk terus mendukung kegiatan yang memiliki nilai kemanusiaan dan keagamaan, termasuk program pembinaan warga binaan.

Penyerahan 520 Al-Qur’an tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara MCMI Lampung, Tim Safari Dakwah, dan jajaran pemasyarakatan dalam menghadirkan pembinaan keagamaan yang lebih bermakna.

MCMI Lampung menegaskan komitmennya untuk mengembangkan gerakan dakwah yang tidak hanya berpusat di lingkungan masjid, tetapi juga hadir di tengah masyarakat dan kelompok yang membutuhkan perhatian serta pendampingan spiritual.

Melalui wakaf tersebut, MCMI Lampung dan Tim Safari Dakwah berharap Al-Qur’an dapat menjadi media bagi warga binaan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperkuat ketahanan moral, serta membangun optimisme dalam menatap kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Semangat “Memakmurkan Masjid, Membina Umat, Menguatkan Dakwah” menjadi bagian dari ikhtiar MCMI Lampung dalam memperluas kemanfaatan dakwah dan memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.(*)