
Kencanamedianews.com — Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya membangun daerah yang inklusif, adil, dan ramah bagi penyandang disabilitas. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Pengukuhan Pengurus Persatuan Komunitas Disabilitas Lampung (PKDL) Masa Bakti 2025–2030, Jumat (14/11/2025), di Gedung Pusiban, Komplek Kantor Gubernur Lampung.
Prosesi pengukuhan ditandai dengan penyerahan bendera pataka oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, selaku Dewan Pembina PKDL, kepada Ketua Umum PKDL terpilih, Jihan Nurlela, berdasarkan Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/757/V.07/HK/2025.
Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat menegaskan bahwa setiap warga negara, termasuk penyandang disabilitas, memiliki hak yang sama untuk belajar, bekerja, dan berkontribusi bagi masyarakat. “Fasilitas ramah disabilitas bukan keistimewaan, tetapi hak. Pemerintah wajib memastikan kesempatan yang setara bagi semua,” ujarnya.
Gubernur juga menekankan bahwa prinsip inklusivitas menjadi bagian dari misi pembangunan Provinsi Lampung, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemerataan kesempatan kerja. Ia mencontohkan keberhasilan sektor usaha di Lampung, seperti dapur MBG di Metro, yang mempekerjakan tenaga kerja disabilitas sebagai percontohan nasional.
Ia berharap PKDL menjadi mitra strategis pemerintah dalam merancang program pemberdayaan disabilitas yang nyata dan berkelanjutan. “PKDL harus menjadi lokomotif kolaborasi, inspirasi, dan penggerak perubahan untuk Lampung yang semakin inklusif, adil, dan manusiawi,” tegas Gubernur.
Sementara itu, Ketua Umum PKDL, Jihan Nurlela, menyoroti peran penyandang disabilitas sebagai bagian penting pembangunan. Ia menyebut, di Indonesia hampir 30 juta penduduk adalah penyandang disabilitas, sementara di Lampung jumlahnya mencapai ratusan ribu jiwa. “Mereka bukan minoritas, tetapi bagian dari denyut pembangunan yang harus kita kawal,” ujarnya.
Jihan menekankan perlunya membuka ruang lebih besar bagi penyandang disabilitas untuk berkontribusi dalam pemerintahan dan pembangunan, sekaligus memastikan akses pendidikan, kesehatan, dan layanan rehabilitasi. “Teman-teman disabilitas bukan beban, melainkan kekuatan. Tugas kita menciptakan lingkungan yang ramah agar mereka berkembang,” katanya.
Acara ditutup dengan doa dan harapan agar PKDL menjadi cahaya bagi keluarga penyandang disabilitas sekaligus pelita bagi Lampung yang ramah, berkeadilan, dan inklusif.

