
Kencanamedianews.com — Pemerintah Provinsi Lampung bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah menggelar Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) pada Selasa, 15 Juli 2025, di Gedung Sesat Agung Nuwo Balak, Lampung Tengah. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela.
GENCARKAN bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya dalam bidang keuangan syariah dan pasar modal. Sasaran utama program ini adalah anggota Tim Penggerak PKK, pelaku UMKM, dan masyarakat umum di Lampung Tengah.
Inisiatif ini selaras dengan target Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Lampung, yakni mencapai inklusi keuangan sebesar 85,5% pada tahun 2025 dan 97,2% pada tahun 2045.
Wagub Soroti Peran Keluarga dalam Keuangan
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jihan Nurlela menekankan pentingnya edukasi keuangan sebagai fondasi kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.
“Program GENCARKAN merupakan langkah nyata dan strategis dalam membangun masyarakat yang melek finansial, cakap mengelola keuangan, dan bijak dalam mengambil keputusan ekonomi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti peran penting ibu-ibu PKK dalam mengelola keuangan rumah tangga. Menurutnya, pemahaman tentang pasar modal dan pengelolaan keuangan akan membuat masyarakat lebih bijak dalam berinvestasi, menghindari jebakan investasi ilegal, serta menumbuhkan budaya menabung.
“Peran ibu rumah tangga dalam mengatur keuangan keluarga adalah kunci sukses pembangunan ekonomi dari tingkat terkecil, yaitu rumah tangga,” lanjut Jihan.
OJK Dorong Pemanfaatan Teknologi Keuangan
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, menjelaskan bahwa transformasi digital berperan besar dalam memperluas akses serta meningkatkan daya saing sektor jasa keuangan.
“Meluasnya aksesibilitas industri jasa keuangan dan meningkatnya daya saing sektor keuangan Indonesia adalah dua potensi dampak positif paling signifikan dari transformasi digital,” ujarnya.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat literasi keuangan nasional berada pada angka 66,46% dan inklusi sebesar 80,51%. Namun, untuk keuangan syariah, literasi masih di angka 43,42% dengan inklusi 13,41%, sedangkan literasi pasar modal hanya 17,78% dengan tingkat inklusi 1,34%.
“Angka ini menunjukkan pentingnya peningkatan literasi agar masyarakat tidak hanya menggunakan layanan keuangan, tapi juga memahaminya dengan baik,” tambah Otto.
Pelantikan GenRe dan Duta Literasi Keuangan
Kegiatan ini juga dirangkai dengan pelantikan GenRe (Generasi Berencana) Lampung Tengah, pengukuhan Bunda GenRe Lampung Tengah, serta penyerahan gelar Duta Literasi Keuangan 2025 kepada Ketua TP. PKK Lampung Tengah, Andria Ardito Wijaya. Selain itu, juga diserahkan gelar Duta Literasi Keuangan Syariah kepada perwakilan PKK Kecamatan dan penyerahan simbolis pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Melalui GENCARKAN, diharapkan masyarakat Lampung, khususnya di Lampung Tengah, memperoleh akses dan pemahaman keuangan yang lebih baik sehingga dapat menjadi individu yang mandiri secara finansial serta agen perubahan di lingkungan masing-masing.

