Kepala Biro Media Lampung Utara Minta Polres Pesawaran Untuk Tetapkan Tersangka Kasus Pengusiran Paisal

LAMPUNG UTARA, KENCANA MEDIA NEWS | Kepala Biro Media Lampung Utara, Helen S. Mandola, berikan suara terkait kasus pengusiran Paisal yang dilakukan oleh kepala desa dan 36 warganya.

 

Dalam video yang berdurasi 1 menit 19 detik, Helen mengungkapkan permohonannya pada Kepolisian Lampung dan Polres Pesawaran untuk segera menetapkan tersangka atas kasus pengusiran Paisal dan keluarga dari rumahnya sendiri.

“Saya meminta kepada Kapolda Lampung, Polres Pesawaran, Bupati Pesawaran serta Gubernur Lampung, bahwa adanya pengusiran seorang wartawan dari kediamannya sendiri yang dilakukan oleh Kepala desa dan Kadus. Dalam hal ini saya mewakili media Lampung Utara ingin agar kasus ini segera ditindak dan ditetapkan tersangka. Mohon agar aparat hukum untuk melakukan tugas sebagaimana mestinya, karena tindakan kepala desa tidak sesuai dengan jabatannya. Kepala desa seharusnya mengayomi, bukan menindas masyarakatnya.”

Begitu yang disampaikan Helen dalam video singkatnya.

Seperti yang diketahui, kasus pengusiran seorang wartawan bernama Paisal dari Desa Kebagusan, Kec. Gedong Tataan, Kab. Pesawaran ini sudah berlangsung cukup lama. Laporan dikeluarkan di Polda dan kemudian dilimpahkan ke Polres, tapi hampir 4 bulan berjalan, belum ada titik terang dan belum ditetapkan tersangka.

 

“Mohon untuk Kasat Reskrim Pesawaran, AKP Supriyanto Husin S.H.,M.H dan penyidik Polres Pesawaran, Bripka Andhika Ramadhona S.IP. , untuk segera bertindak tegas dan menetapkan tersangka atas pengusiran ini. Dan kepada Bupati Pesawaran serta Gubernur Lampung, mohon untuk segera bertindak dengan mencopot jabatan Kepala Desa serta Kadusnya, yang sudah berlaku tidak sesuai dengan HAM dan menindas rakyatnya sendiri dengan cara mengusir warganya dari tanah dan rumahnya sendiri,” ujar Paisal, korban pengusiran yang dilakukan Kepala Desa M.Tohir dan Kadus Muslimin.

Sebelumnya Bripka Andhika Ramadhona S.IP. sudah melakukan dua kali panggilan kepada Kadus Muslimin, tapi sampai hari ini terlapor diduga mangkir dan tidak memenuhi panggilan Bripka Andhika selaku penyidik.

Editor: Duta Allafia.,S.H