Pengelolaan Sampah Diperkuat, DLH Bandar Lampung Fokus Tingkatkan Pelayanan Publik

Bandar Lampung—Di bawah kepemimpinan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung, Budi Ardiyanto, S.T., M.M., upaya pembenahan sektor kebersihan terus digenjot.

Penguatan layanan pengangkutan sampah, peningkatan respons pengaduan masyarakat, penataan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung, hingga Ber MOU Dengan Danantara untuk pembangunan PSEL (Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik) ini menjadi fokus utama pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Di tengah meningkatnya produksi sampah setiap hari, DLH memastikan pelayanan kebersihan tetap berjalan optimal.

Pengangkutan sampah dari kawasan permukiman, pasar tradisional, fasilitas umum, hingga jalan-jalan protokol dilakukan setiap hari agar tidak terjadi penumpukan yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.

Plh Kepala DLH Kota Bandar Lampung, Budi Ardiyanto, mengatakan pihaknya terus melakukan pembenahan secara menyeluruh, baik dari sisi pelayanan maupun sarana pendukung.

“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kebersihan. Respons pengaduan masyarakat melalui WhatsApp kami percepat, penataan TPA Bakung dilakukan secara berkala, dan armada pengangkut sampah juga terus kami tambah agar pelayanan di seluruh wilayah Kota Bandar Lampung semakin maksimal,” kata Budi, Rabu, (30/6/2026)

Sebagai bentuk penguatan pelayanan, Pemerintah Kota Bandar Lampung DLH akan menambah Armada 20 Dumtruk, 15 Amrol, 11 Pickup dan 18 Roda Tiga yang nantinya akan memperkuat pelayanan di 20 Unit Pelaksana Teknis (UPT) kecamatan.

Penambahan armada tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pengangkutan meningkatkan PAD Persampahan sekaligus mengurangi keterlambatan pelayanan di sejumlah wilayah.

Selain memperkuat armada, DLH juga terus mengoptimalkan pelayanan pengaduan sampah berbasis WhatsApp. Sistem tersebut dinilai mampu mempercepat tindak lanjut laporan masyarakat sehingga penanganan sampah dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Tak hanya itu, pemerintah kota juga tengah sedang menunggu proses lelang PSEL oleh Danatara.

Proyek tersebut diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi ratusan ton sampah yang masuk ke TPA setiap hari sekaligus menghasilkan energi yang lebih ramah lingkungan.

“PSEL menjadi salah satu solusi yang sedang kami siapkan agar pengelolaan sampah di Kota Bandar Lampung semakin modern dan berkelanjutan. Kami berharap prosesnya dapat segera berjalan sehingga persoalan sampah dapat ditangani lebih efektif,” ujar Budi.

Di sisi lain, DLH juga terus mengoptimalkan pencapaian target retribusi pelayanan persampahan sebesar Rp19 miliar.

Pendapatan tersebut tidak hanya digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kebersihan, tetapi juga diarahkan guna mendukung operasional di lapangan, termasuk meningkatkan kesejahteraan para petugas kebersihan yang menjadi garda terdepan menjaga kebersihan kota.

Selain pengelolaan sampah, DLH tetap menjalankan berbagai program lingkungan seperti Pemilahan sampah di hulu (Bank Sampah), pemeliharaan ruang terbuka hijau, pengawasan pencemaran lingkungan, edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan, serta mendorong budaya pemilahan sampah sejak dari sumbernya.(*)