
Kencanamedianews.com — Pemerintah Provinsi Lampung mencatat prestasi membanggakan dengan capaian tertinggi nasional dalam pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih melalui mekanisme Musyawarah Desa Khusus (Musdesus). Capaian ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Kopdes Merah Putih.
Prestasi tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang sekaligus menjadi ajang sosialisasi Inpres Nomor 9 Tahun 2025. Acara yang digelar secara virtual ini diikuti Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dari Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Senin (19/5/2025).
Provinsi Lampung berhasil mencatat angka 77,33%, mengungguli provinsi lain seperti Jawa Tengah (56,58%), Sulawesi Selatan (49,92%), Sulawesi Barat (49,23%), dan Bali (44,13%).
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memaparkan bahwa per 18 Mei 2025 terdapat 22.019 desa/kelurahan di Indonesia yang telah melaksanakan Musdesus pembentukan Kopdes Merah Putih. Dari total 83.674 desa/kelurahan, 61.960 di antaranya telah tersosialisasi program ini, dan 19.408 sudah resmi membentuk Kopdes Merah Putih.
“Lampung menjadi yang tertinggi persentase pembentukan Kopdes Merah Putih melalui Musdesus, disusul Jawa Tengah di posisi kedua,” ungkap Zulkifli.
Ia menegaskan, Presiden Joko Widodo menaruh harapan besar pada koperasi desa sebagai motor penggerak ekonomi pedesaan. Dengan adanya Kopdes, bantuan alat dan program pemerintah dapat disalurkan secara lebih terpusat dan efektif.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menjelaskan bahwa Inpres Nomor 9 Tahun 2025 menginstruksikan 13 menteri, 3 kepala lembaga, 38 gubernur, dan 514 bupati/wali kota untuk mempercepat pembentukan Kopdes Merah Putih. Sebagai dukungan, Kemendagri telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 500.3/2438/SJ tertanggal 7 Mei 2025, yang mendorong pemerintah daerah mengalokasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung pembentukan Kopdes, termasuk pembiayaan notaris untuk badan hukum.
Keberhasilan Lampung mencapai angka tertinggi nasional ini menjadi indikator positif komitmen pemerintah daerah dalam mengimplementasikan program strategis nasional yang bertujuan memperkuat ekonomi desa dan pemerataan pembangunan hingga ke tingkat akar rumput.

