
Kencanamedianews.com — Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Penasihat Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, secara resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) BKOW Tahun 2025 di Bandar Lampung, Jumat (23/5).
Mengusung tema “Konsolidasi dan Penguatan Peran Organisasi Perempuan Menuju BKOW yang Inklusif dan Progresif”, Rakerda ini menjadi bagian dari persiapan menuju Musyawarah Daerah (Musda) BKOW yang direncanakan pada Oktober 2025.
Penguatan Sinergi dan Regenerasi Kepemimpinan Perempuan
Dalam sambutannya, Wulan Mirza menekankan bahwa Rakerda bukan sekadar agenda rutin, melainkan forum strategis untuk menyusun program nyata yang menyentuh isu-isu krusial, seperti pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan penguatan ketahanan keluarga.
“BKOW adalah mitra penting pemerintah dalam memperjuangkan kesejahteraan perempuan. Saya berharap organisasi ini semakin kompak, adaptif, dan mampu melibatkan generasi muda perempuan dalam setiap programnya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan kebanggaannya dapat bersilaturahmi dengan berbagai organisasi perempuan di Lampung dan mengajak seluruh anggota untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Evaluasi dan Penajaman Program Kerja
Ketua Umum BKOW Provinsi Lampung, Risneni Rasyid, menyampaikan bahwa Rakerda tahun ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program 2025 dan menyusun prioritas kerja untuk tahun 2026.
Ia mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan menekankan pentingnya peran para ibu, khususnya lansia, dalam mendukung program pemerintah seperti pengasuhan cucu dan pencegahan stunting.
“Kami juga mendorong pemanfaatan layanan seperti Puspaga untuk memperkuat fungsi keluarga sebagai basis utama pembinaan karakter dan pendidikan,” kata Risneni.
Mendorong Rakerda yang Partisipatif dan Demokratis
Ketua Pelaksana Rakerda, Ika Supriyadi, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan amanat konstitusional organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Rumah Tangga BKOW.
Rakerda diarahkan untuk menghasilkan pemetaan peran organisasi perempuan, rekomendasi strategis, dan penyusunan program prioritas yang mampu memperkuat sinergi antaranggota dan mendukung pembangunan daerah.

