Gubernurnya Pernah di-‘Dajjal-kan’, Hasilnya Arinal Djunaidi Peroleh 800 Miliar untuk Perbaikan Jalan

Gubernurnya Pernah di-Dajjal-kan’, Hasilnya Arinal Djunaidi Peroleh 800 Miliar untuk Perbaikan Jalan

DI TAHUN 2023, mantan Gubernur Lampung Arinal Djunadi pernah ‘disembelih’, bahkan di-dajjal-kan oleh Bima Yudho Saputra, seorang kreator Tiktok asal Kabupaten Lampung Timur. Belakangan, ‘penghinaan’ itu berubah menjadi happy ending bernilai 800 miliar. Jalan yang sudah lama rusak berhasil dibikin mantap.

Peristiwa menghebohkan itu terjadi pada April 2023, dua bulan sebelum umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha. Bermula dari beredarnya video yang diunggah di TikTok atas nama akun @awbimaxreborn. Kritikan Bima seperti pisau tajam yang ‘menyembelih’ Arinal, hingga menarik perhatian banyak kalangan.

Di video itu Bima, menggunakan kata “Dajjal” yang diakuinya hanya untuk menajamkan isi kritiknya soal kondisi di Lampung yang tidak mengalami kemajuan. Mulai dari infrastruktur, proyek Kota Baru, sistem pendidikan, birokrasi, dan pertanian.

Dajjal adalah sebuah diksi yang bermakna buruk. Dajjal dapat dikatakan kafir dan jahat, pembawa fitnah (ujian) terbesar dan tidak ada ujian yang terbesar selain itu.

Belakangan, dalam sebuah video di TikTok, Bima mengatakan kata “Dajjal” itu adalah konotasi atau kata yang mengandung makna kias atau bukan kata yang sebenarnya.

“Bukan hinaan. Saya cuma mau kasih kritikan, kalau misalnya saya enggak ngomong ‘Dajjal’ enggak akan viral. Kalau saya kritik baik-baik enggak akan viral, enggak bakal didengar,” katanya.

‘Hinaan’ oleh anak muda asal Lampung Timur dan tengah bersekolah di Australia itu sempat dilaporkan oleh advokat Gindha Ansori Wayka (GAW) pada Kamis (13/04/2023). GAW membidik Bima dengan tuduhan Bima telah menyebarkan ujaran kebencian yang mengandung SARA melalui video kritiknya terhadap pemerintah Lampung.

Laporan itu diterima dan sempat diproses oleh penyidik Polda Lampung. Namun pada Selasa (18/04/2023) penyidik resmi menghentikan penyelidikan kasus ini dengan alasan tidak memenuhi unsur pidana.

Happy Ending

Selama kehebohan itu terjadi, Gubernur Arinal lebih banyak diam. Ia hanya sesekali mengeluarkan tanggapan, hingga akhirnya Presiden Jokowi datang mengunjungi Provinsi Lampung pada Jumat (5/5/2023).

Jokowi mengatakan pemerintah pusat akan “mengambil alih” perbaikan 14 ruas jalan yang sudah rusak parah di Lampung.

Jokowi juga memastikan akan ada pasokan anggaran untuk perbaikan jalan sebesar Rp800 miliar. Itu adalah anggaran besar, hampir 10 persen dari APBD Lampung tahun 2024.

Bahkan anggaran Rp800 miliar tersebut jauh lebih besar dari rencana pinjaman Pemprov Lampung sebesar Rp569 miliar yang ditolak oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) (Persero).

Padahal, pinjaman yang diajukan pada 2022 ke PT SMI itu dimaksudkan untuk membiayai pembangunan dan perbaikan 14 ruas jalan provinsi yang sudah rusak semasa gubernur sebelumnya.

Mungkin, inilah salah satu pengorbanan Arinal. Ia yang pernah dihinakan, namun dengan siasat filosofi ‘Mengalir tapi Tidak Tengggelam’, Arinal tidak tumbang.

Lewat filosofi yang dijarkan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga itu, Arinal berhasil membalikkan keadaan menjadi happy ending.

Berutang tak jadi, 14 ruas jalan berhasil diperbaiki! (iwaperkasa)