BANDAR LAMPUNG — Wakil Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Provinsi Lampung, Sugi, mengapresiasi respons Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dalam menanggapi persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurut Sugi, respons cepat pejabat publik penting untuk memastikan keluhan warga tidak berhenti pada laporan, tetapi dapat segera didengar dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan pemerintah.
Sugi mencontohkan langkah Jihan ketika muncul informasi mengenai dugaan perundungan terhadap seorang siswa SDN 2 Way Dadi, Bandar Lampung.
Informasi tersebut menjadi perhatian publik pada Senin (28/9/2026). Pada hari yang sama, Jihan mendatangi kediaman siswa untuk melihat kondisi korban sekaligus mendengarkan keterangan dari pihak keluarga.
“Jihan, Wakil Gubernur Lampung, selalu responsif terhadap informasi terkait keluhan dan harapan rakyat. Ketika ada informasi yang berkembang dan menjadi perhatian publik serta media, beliau gercep turun menemui dan mencarikan solusi,” kata Sugi.
Soroti Jembatan Kali Pasir
Sugi juga menyinggung respons Jihan terhadap persoalan akses penyeberangan masyarakat di Desa Kali Pasir, Lampung Timur.
Menurut dia, persoalan jembatan tersebut sebelumnya telah menjadi perhatian masyarakat karena warga selama puluhan tahun mengharapkan adanya akses penyeberangan yang lebih aman dan memadai.
Sugi menyebut keberadaan jembatan sangat penting bagi aktivitas warga, termasuk akses anak-anak menuju sekolah yang selama ini harus menggunakan perahu.
“Sudah lebih dari 60 tahun masyarakat Kali Pasir berharap memiliki jembatan penyeberangan. Jembatan ini sangat penting untuk menopang aktivitas warga dan akses anak-anak menuju sekolah. Selama ini anak-anak harus berdayung menggunakan perahu demi mendapatkan pendidikan,” ujarnya.
Ia menilai komunikasi dan perhatian pemerintah terhadap persoalan tersebut ikut memperluas perhatian terhadap kebutuhan masyarakat Kali Pasir hingga ke tingkat pemerintah pusat.
Dengan adanya pembangunan jembatan, kata Sugi, masyarakat kini memiliki akses mobilitas yang lebih baik dibanding sebelumnya.
Pejabat Diminta Tak Hanya Menunggu Laporan
Sugi berharap respons terhadap persoalan masyarakat tidak berhenti pada satu atau dua kasus. Ia mendorong pejabat publik lainnya untuk lebih aktif mendengar aspirasi warga dan melihat langsung kondisi di lapangan.
“Semoga para pejabat publik dapat terus berperan aktif sesuai dengan harapan rakyat,” katanya.
Menurut Sugi, respons cepat pemerintah bukan semata-mata diukur dari kecepatan pejabat mendatangi lokasi. Hal yang lebih penting adalah bagaimana aspirasi masyarakat didengar, persoalan dipahami secara langsung, kemudian ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.
“Ketika komunikasi antara masyarakat dan pemerintah berjalan baik, berbagai persoalan yang muncul di lapangan diharapkan dapat lebih cepat diketahui dan ditindaklanjuti,” pungkasnya.(*)












