BANDAR LAMPUNG — Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (Saburai) berkolaborasi dengan Klinik Al Husna dalam pelaksanaan tes narkoba bagi mahasiswa baru sebagai bagian dari rangkaian Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB).
Sebanyak 600 mahasiswa baru mengikuti tes narkoba yang menjadi salah satu persyaratan dalam proses Penerimaan Mahasiswa Baru di Universitas Saburai.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen kampus dalam membangun lingkungan pendidikan yang sehat sekaligus melakukan upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika di kalangan mahasiswa.
Rektor Universitas Saburai, Dr. Sodirin, SE., MM., menyampaikan bahwa persyaratan tes narkoba merupakan bentuk perhatian kampus terhadap kondisi dan masa depan mahasiswa sejak awal mereka memasuki lingkungan perguruan tinggi.
“Kami ingin mahasiswa yang masuk ke Universitas Saburai tidak hanya memiliki kesiapan akademik, tetapi juga memiliki komitmen untuk menjaga diri dan menjauhi penyalahgunaan narkoba. Karena itu, tes narkoba menjadi bagian penting dalam proses penerimaan mahasiswa baru,” ujar Sodirin.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan tanggung jawab.
“Lingkungan kampus harus menjadi ruang yang sehat untuk belajar, berkembang, dan membangun masa depan. Pencegahan harus dimulai sejak awal,” katanya.
Sementara itu, Dr. Maristiana Ayu, SE., MS.Ak., Akt., CA., CSRS, selaku Ketua Pelaksana Tes Narkoba sekaligus Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Saburai, mengatakan pelaksanaan pemeriksaan tersebut diikuti sekitar 600 mahasiswa baru.
“Tes narkoba ini menjadi salah satu persyaratan dalam proses Penerimaan Mahasiswa Baru. Kami bekerja sama dengan Klinik Al Husna untuk melaksanakan pemeriksaan terhadap mahasiswa baru,” kata Maristiana.
Ia menjelaskan, pemeriksaan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan menjauhkan diri dari penyalahgunaan narkoba.
“Sejak awal masuk universitas, mahasiswa perlu memahami bahwa mereka tidak hanya dituntut untuk berprestasi secara akademik, tetapi juga harus mampu menjaga diri dan bertanggung jawab terhadap masa depannya,” ujarnya.
Dengan melibatkan pihak klinik dalam pelaksanaan pemeriksaan, Universitas Saburai berharap proses PMB tidak hanya menjadi tahapan administratif penerimaan mahasiswa, tetapi juga menjadi momentum awal membangun budaya kampus yang sehat, disiplin, dan berorientasi pada pembentukan karakter mahasiswa.(*)










