JAKARTA — Korps Marinir TNI Angkatan Laut mendapat tambahan kendaraan tempur amfibi baru. Sebanyak 12 unit Assault Amphibious Vehicle (AAV) M-35 diserahkan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin kepada TNI AL dalam rangkaian penguatan alat utama sistem senjata (alutsista).
Penyerahan dilakukan di Markas Komando Korps Marinir, Cilandak, Jakarta. Belasan kendaraan tempur tersebut selanjutnya menjadi bagian dari kekuatan Korps Marinir untuk mendukung pelaksanaan operasi amfibi.
AAV M-35 merupakan kendaraan tempur lapis baja beroda rantai yang dirancang untuk beroperasi di laut sekaligus di darat. Kendaraan ini memiliki kemampuan membawa personel dari kapal menuju pantai sebelum melanjutkan pergerakan di wilayah daratan.
Pengadaan AAV M-35 dilakukan melalui skema Foreign Military Sales (FMS) dengan Amerika Serikat. Sebanyak 105 unit direncanakan memperkuat Korps Marinir secara bertahap hingga 2028.
Dari total tersebut, pengiriman dilakukan dalam tiga tahap. Sebanyak 35 unit ditargetkan pada 2026, kemudian 35 unit pada 2027 dan 35 unit pada 2028. Dua belas unit yang telah diserahkan merupakan bagian dari tahap awal pengadaan.
Kendaraan tersebut juga memiliki kemampuan menghadapi kondisi laut hingga Sea State 5. Selain membawa awak kendaraan, AAV M-35 dapat mengangkut personel Marinir untuk mendukung pergerakan pasukan dalam operasi pendaratan amfibi.
Kehadiran AAV M-35 menjadi bagian dari modernisasi kendaraan tempur amfibi Korps Marinir. Ranpur ini diproyeksikan memperkuat kemampuan mobilitas pasukan dari laut menuju daratan, terutama dalam mendukung operasi amfibi di wilayah Indonesia yang memiliki karakter sebagai negara kepulauan.
Dengan pengadaan 105 unit secara bertahap, kekuatan kendaraan tempur amfibi Korps Marinir akan terus diperbarui hingga 2028.(*)












