Audiensi ke Kemenag, PPWI Lampung Bahas Edukasi Publik soal Pesantren

BANDAR LAMPUNG — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Provinsi Lampung mendorong Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Lampung memperkuat edukasi publik mengenai pesantren di tengah maraknya informasi terkait persoalan di lingkungan pondok pesantren di media digital.

Dorongan itu disampaikan saat jajaran DPD PPWI Lampung melakukan audiensi dan silaturahmi dengan Kanwil Kemenag Lampung di Bandar Lampung, Kamis (24/9/2026).

Audiensi tersebut dihadiri Wakil Ketua PPWI Lampung Sugiarto, Pembina PPWI Lampung Dedi Haryanto, Wakil Sekretaris Sapto, serta sejumlah anggota PPWI. Rombongan diterima Ketua Tim Umum dan Humas Kanwil Kemenag Lampung A. Jemi, Ketua Tim Hukum dan Kerja Sama Juni Pegri, serta Koordinator Humas Mela Basyar.

Pembina PPWI Lampung Dedi Haryanto mengatakan, pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga untuk membangun komunikasi dan sinergi dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.

“Yang pertama, kehadiran kami ini adalah silaturahmi dan yang kedua kami mendukung program-program kerja Kemenag Lampung,” kata Dedi.

Dalam pertemuan itu, Dedi menyoroti derasnya informasi mengenai pesantren yang beredar melalui media sosial dan platform digital. Menurut dia, pemberitaan mengenai persoalan yang melibatkan oknum perlu disampaikan secara proporsional agar tidak menimbulkan persepsi bahwa persoalan tersebut terjadi di seluruh pesantren.

“Dalam kondisi saat ini kami melihat, bahkan viral di platform digital, terkait pondok pesantren dan dugaan-dugaannya. Hal itu membuat imej orang tua santri dan siswa banyak yang takut anaknya di pondok. Padahal itu adalah oknum dan tidak semua ponpes,” ujarnya.

Dedi menilai pesantren tetap memiliki peran penting dalam pendidikan generasi muda. Selain pendidikan keagamaan, sejumlah pesantren juga menyelenggarakan pendidikan formal bagi para santrinya.

Menurutnya, perpaduan pendidikan agama dan pendidikan umum dapat menjadi bekal bagi generasi muda, termasuk ketika mereka nantinya mendapat tanggung jawab di tengah masyarakat.

“Ponpes itu dapat melahirkan anak-anak yang hebat dan berakhlak. Apabila suatu saat dia menjadi pejabat, dia punya rem yang kuat. Sebab pelajaran di ponpes selain mengaji, di sana pun bisa sambil sekolah,” katanya.

Karena itu, PPWI Lampung menyatakan dukungannya terhadap program Kemenag yang berkaitan dengan pendidikan, pembinaan, dan penguatan pemahaman masyarakat mengenai pesantren.

“Para santri dan siswa-siswi itu memiliki bekal untuk hidup dan memimpin negeri ini dengan ilmu dunia dan akhirat. Kami mendorong dan mendukung Kemenag Lampung untuk terus mengembangkan program-programnya,” ujar Dedi.

Pihak Kanwil Kemenag Lampung menyambut baik audiensi tersebut. Pertemuan dinilai menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dengan pewarta warga sekaligus membangun penyampaian informasi yang lebih edukatif kepada masyarakat.

Di tengah cepatnya penyebaran informasi melalui media sosial, komunikasi antara lembaga pemerintah dan insan pers maupun pewarta warga dinilai penting agar informasi mengenai pendidikan dan kehidupan pesantren dapat disampaikan secara utuh.

Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara DPD PPWI Lampung dan Kanwil Kemenag Lampung, terutama dalam mendorong penyebaran informasi yang memberikan edukasi kepada masyarakat.(*)

Penulis: Wahyudi Editor: *****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *